Berdedikasi Tinggi Bagi Dunia Pendidikan

oleh
Direktris Akademi Sekertari Manajemen Indonesia Universitas Klabat, Lenda Mambo. (Foto: Claudia Rahim)

AIRMADIDI– Dunia pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) terus berkembang dari tahun ke tahun. Hal itu tak lepas dari peran besar para pendidik.

Begitu juga yang dilakukan Direktris Akademi Sekertari Manajemen Indonesia Universitas Klabat (ASMI Unklab). Seseorang yang telah cukup lama mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.

Namanya Lenda Mambo. Memasuki ruangan sekira empat kali lima meter, kami disambut senyum hangatnya. Saat diwawancara, ia menceritakan kesibukannya sehari-hari di dunia pendidikan.

“Sehari-harinya selain di kantor, saya mengajar. Karena di Unklab mengenal istilah site life, jadi kami pengajar dan mahasiswa benar-benar diajarkan untuk serius dengan menetap tanpa diganggu aktivitas lain di luar. Jadi kebanyakan dosen di sini diharuskan untuk benar-banar mendedikasikan dirinya untuk kepentingan pendidikan,” ujarnya, Kamis (14/2/2019).

Dia juga mengungkapkan dirinya sudah 35 tahun memberi bakti mengajar di Unklab. Di luar itu, ia pernah menjadi misionari di Kenya. “Saya berada di sana selama lima tahun, tepatnya di Cape Town, South Africa, sejak tahun 2007 hingga 2012,” kenangnya.

Kepada SINDOMANADO.COM, ia mengisahkan tempat mengajarnya di Kenya dan Cape Town, dua kota berbeda di Afrika Selatan.

“Di sana saya mengajar di sebuah universitas. Seperti Unklab, universitasnya Advent juga. Dalam misi mengajar ini banyak hal yang sudah saya alami, banyak pula tantangan. Namun itu semua tidak mengendorkan semangat saya untuk tetap mengajar,” ujar dosen yang juga istri Direktur Pasca Sarjana Unklab tersebut.

Lenda mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan pendidikan Unklab yang semakin baik dari tahun ke tahunnya.

“Harapan saya, semoga perkembangan pendidikan dapat lebih baik lagi, tidak hanya di Unklab, tapi di seluruh Indonesia. Semoga pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua peserta didik secara merata. Untuk anak didik saya, semoga apa yang saya ajarkan dapat berguna, dan bahkan mereka bisa lebih baik dari dosennya,” tutupnya. (Ilona Piri)