170 Mantri Tani Diberi Arahan Soal Aplikasi SIM Pertanian

oleh -
Kepala Dispertanak Sulut, Novly Wowiling saat memberikan arahan kepada sekira 170 mantri tani di 15 kabupaten/kota. Para mantri ini akan menjadi ujung tombak dalam merealisasikan program-program sektor pertanian di Sulut (Rivco Tololiu)

MANADO-Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengumpulkan 170 mantri tani atau penyuluh pertanian di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (19/2/2019).

Para mantri ini diberikan pembimbingan untuk menggenjot produksi pertanian lewat Aplikasi Sistim Informasi Manajemen (SIM) Pertanian.

Kepala Dispertanak Sulut Novly Wowiling menjelaskan, para mantri tersebut mempunyai peran yang strategis sebagai ujung tombak realisasi program pertanian di setiap daerah. “Setiap manteri tani mengcover satu kecamatan. Saat ini, ada 170 mantri tani yang tersebar di 15 kabupaten dan kota,” katanya.

Lanjut dia, pertemuan tersebut selain pembekalan, para mantri tani juga diberikan arahan penggunaan aplikasi pertanian tersebut. “Mereka kan bertugas mengumpulkan data terkait pertanian. Baik itu data produksi setiap komoditi, jumlah petani, lahan dan sebagainya,” kata Novly.

Dia menyebut, setiap mantri tani harus mempunyai handphone android. Pasalnya, penggunaan aplikasi tersebut mesti terkoneksi dengan jaringan internet. “Kalau satu wilayah sulit mengakses internet, maka mantri tani bersangkutan harus mencari wilayah yang punya jaringan internet,” ujarnya.

Novly menyebut, lewat pertemuan tersebut para mantri sudah sangat paham tugas dan fungsinya, terlebih pelaporan data melalui aplikasi yang dimaksud. Pelaporan pendataan akan dimulai di awal Maret mendatang.

“Saya yakin para mantri ini akan bekerja maksimal di lapangan. Kita terus tingkatkan koordinasi hingga kabupaten/kota,” tukasnya.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Edwin Silangen mengakui, terobosan Dispertanak Sulut lewat aplikasi pendataan sektor pertanian akan memberikan manfaat besar, khususnya dalam evaluasi pengambilan kebijakan nantinya.

“Kita tentu tidak bisa mengevaluasi program jika data kita kurang akurat. Makanya, aplikasi ini menjadi sangat penting dalam mengakuratkan data pertanian di 15 kabupaten/kota,” ungkap Silangen, belum lama ini. (Rivco Tololiu)