Pascadilantik Anggota DPRD, Politikus PDIP Minahasa Tenggara Dituding Isu Miring

oleh
Selebaran yang beredar. (ist)

RATAHAN- Belum saja menginjak sehari menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pascadilantik, Senin (25/02/2019), Anggota DPRD asal Belang Artly Kontur, langsung dituding isu miring lewat selebaran oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan jamaah salah satu masjid di kecamatan Belang.

Diketahui, Artly Kontur menggantikan almarhum Tavif Watuseke lewat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dari selebaran yang beredar, tertulis 13 poin yang menuding kesalahan fatal yang dilakukan Artly Kontur sebelum dilantik menjadi Anggota DPRD Mitra. Hal ini pun ikut diakui salah satu warga Belang Amsal Angkol. Dia bahkan ikut menjelaskan secara rinci tudingan yang dialamatkan kepada Artly Kontur.

“Yang bersangkutan memang telah melakukan penyalagunaan wewenang. Yang paling fatal adalah dugaan penyimpangan serta penyelewengan dana pembangunan rumah ibadah masjid Al Ikhlas Buku Raya,” ungkap Angkol, kepada wartawan.

Tak hanya itu, Angkol juga ikut menyebut dugaan penggelapan dana BTM sebesar Rp 25 juta yang dipinjam dan hingga kini belum dikembalikan. Selanjutnya menurut, Artly Kontur juga dituding telah memutar balikan sumbangan dari Gubenur Sulut Olly Dondokambey sebesar Rp 25 Juta.

“Dia mengatakan ke jamaah sumbangan tersebut diberikan untuk panitia. Padahal kami sendiri yang dengar bahwa itu disumbangkan untuk mesjid. Nah anehnya dana tersebut dilakukan ” bebernya.

Beberapa persoalan menyangkut pertanggungjawaban keuangan mulai dari tagihan ke warga jamaah hingga penggalangan dana penjemputan jamaah haji disinyalir ikut menyeret nama Artly Kontur.

“Dia juga dituding turut melakukan penggalangan dana lewat penjualan makanan kantin yang dibuka. Serta penyebaran sampul amal pada pelepasan haji kurang lebih Rp 9 juta. Kemudian menggalang dana melalui penjemputan jamaah haji kurang lebih Rp 7 juta. Sementara hasilnya tidak diketahui jemaah,” sambung Warga Desa Buku Tenggara itu.

“Ada juga sejumlah material bangunan yang dijual bersangkutan. Padahal harusnya diperuntukan untuk pembangunan masjid. Ini sudah akan kita laporkan ke pihak berwajib ataa tindakan tersebut,” beber dia.

Sementara itu, Artly Kontur saat dikonfirmasi membantah keras terkait segala tudingan tersebut. Dirinya menyebut itu merupakan bagian isu untuk menjatuhkan dirinya. Terlebih ketika tudingan tersebut mengatasnamakan jamaah masjid.

“Saya sudah tahu oknum-oknum yang menjatuhkan nama saya. Kalau pun memang benar yang mereka tuduh ke saya. Kenapa tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Saya ini anggota jamaah, begitupun keluarga saya. Nah kalau atas nama jamaah, tudingan ini jelas tidak benar,” Pungkas Artly Kontur.  (marvel pandaleke)

 

 

 

Editor: valentino warouw