Penyambungan Listrik Mahal, Warga Bukide Kepulauan Sangihe Mengeluh

oleh -
Kepala Staf Kepresidenan, Jend Moeldoko bersama Bupati Jabes Ezar Gaghana, saat meresmikan PLTD di Bukide. (FOTO: istimewa)

TAHUNA-  Warga yang mendiami pulau Bukide Kecamatan Nusa Tabukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengeluh lantaran mahalnya  penyambungan listrik ke rumah.

Mirisnya lagi, dari 208 kepala keluarga (KK) sejak diresmikan 31 Januari lalu hanya 21 KK yang listriknya sudah menyala.

“Kami warga Pulau Bukide, Kecamatan Nusa Tabukan, mengucapkan terima kasih atas program Indonesia terang dari PLN yag membuat pulau kami akhirnya memiliki jaringan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), kami pun berterima kasih kepada Kepala staf Kepresidenan yag telah bersedia menghadiri acara peresmian PLTD kampung Bukide pada 31 januari 2019.   Namun sayangnya sampai saat ini dari 208 kepala keluarga yang ada di kampung Bukide dan Bukide Timur, baru 21 pelanggan yang sudah menyala,” keluh masyarakat, (3/2/3019).

Lagi kata warga, kami warga di Kampung Bukide dan Bukide Timur mengalami kesulitan untuk memasang listrik karena biaya pemasangannya terbilang mahal. Biaya untuk penyambungan listrik daya 450VA warga harus membayar Rp1.500.000. Karena ada kebijakan dari pengurus PLN Nusa Tabukan maka warga cukup bayar Rp750.000. Sisanya di cicil.

Sementara untuk pemasangan daya 900VA warga diminta membayar Rp1.800.000. seperti pada daya 450VA, warga juga diberikan keringanan untuk membayar Rp1.300.000  dengan uang muka Rp500.000. Kemudian sisanya dicicil. Sementara daya 1300VA warga bayar Rp2.300.000,  dari daya ini warga cukup bayar Rp1. 800.000 uang muka Rp500.000 sisanya dicicil.

Menurut Wongsu Tamasole, warga setempat, keluhan mereka mengapa biaya pemasangannya terbilang tinggi, padahal setahu mereka program Indonesia terang untuk wilayah  Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) adalah gratis.

Terkait hal ini, pihak PT PLN Area Tahuna belum memberikan penjelasan atas keluhan masyarakat ini. Namun Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, mengatakan, pemerintah akan mencarikan solusi sebab dapat dipastikan bukan hanya warga Bukide namun beberapa pulai di Kabupaten Sangihe pasti mengeluhkan hal yang sama. “Ini sebagai aspirasi tentunya pemerintah tidak menutup mata, kami akan mencarikan solusinya,” ujar Hontong. (Andy Gansalangi/KORAN SINDO MANADO)