ASN Pemprov Sulut Meninggal Dunia, Polres Amankan Tujuh Orang Pelaku Penganiaya

oleh -
Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan saat melayat dirumah korban. (FOTO: Istimewa)

BOLMONG – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) Alfons Tilaar, Warga Desa Mariri Satu, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolmong meninggal dunia dianiaya sekelompok orang tak dikenal, Minggu (3/3/2019), di Desa Lolan Kecamatan Bolaang Timur (Boltim).

Akibatnya, wajah Alfons mengalami bengkak hingga sulit dikenali saat ditemukan. Diketahui pernah bertugas di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong.

Berdasarkan keterangan mantan kepala Desa Mariri Satu, Nelson Tilaar mengatakan, satu jam sebelum peristiwa terjadi sempat bertemu dengan korban bersama Stevri Ngantung.

“Kami bertemu, seteah itu korban menggunakan sepeda motor dan menuju Desa Lolan, beberapa jam kemudian kami mendapatkan kabar dari warga bahwa korban mengalami kecelakaan,” ujar dia, Rabu (6/3/2019)

Lanjut dia, namun pihak keluarga tak percaya begitu saja sehingga saat itu kami langsung menuju lokasi. “Korban langsung dibawah ke rumah sakit Prof Kandouw Malalayang. Sempat dirawat namun tidak tertolong dan meninggal pada keesokan harinya,” jelas dia yang juga masih sebagai keluarga.

Menurut dia, kami keluarga melihat ada kejanggalan dari kematian korban, dimana terdapat luka memar di bagian wajah. “Sebab itu kami dari pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi,” beber dia.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Mendengar adanya kejadian ini kami langsung bergerak cepat mengejar pelaku penganiayaan, hingga kini sudah ada tujuh orang yang berhasil kami tangkap termasuk otak pelaku penganiayaan atas nama Mujair,” beber Kapolres.

“Saya berharap keluarga dapat menahan diri dan serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib,” harap Siahaan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Mariri Satu, Eduard Pantow mengatakan, Kapolres sudah datang berkunjung.

“Kami sudah menyampaikan kepada Kapolres untuk menyerahkan semua persoalan ini kepada pihak kepolisian,” ujar dia.  (Ebby Makalalag/KORAN SINDO MANADO)

 

 

Editor: valentino warouw