Luar Biasa! Dua Siswa SMK Negeri 2 Manado Ukir Prestasi Lewat Merakit Robot

oleh -
David Tondo dan Timoty Walukow, dua siswa SMA Negeri 2 Manado yang mampu merakit robot hingga menjuarai setiap perlombaan. (Ilona Piri)

MANADO-berhasil memenangkan berbagai kompetisi demikian cerita dua sisiwa perakit robot kepada KORAN SINDO MANADO, Kamis (21/3/2019). Keduanya adalah David Tondo dan Timothy Walukkow, siswa kelas XI TKJ 1 SMK Negeri 2 Manado.

Menciptakan robot yang dapat diikutsertakan pada ajang kompetisi robotik di sulut merupakan kebanggaan mereka. Timothy, perakit yang bertanggung jawab di bagian mekanik perakitan mengungkapkan, dirinya bangga bisa berkompetisi membawa nama sekolah mereka di tingkat daerah.

Saya sangat bangga, lebih membanggakan lagi ketika bisa menjadi juara. Untuk Perakitan robot sendiri sekolah kami telah tiga tahun berturut turut-turut memenangkan lomba tingkat SMA dan SMK se-Sulut, pada 2016, 2017 dan 2018,” ungkapnya.

Menurutnya, ikut dalam kompetisi sangat menyenangkan. Selain untuk asaah kemampuan, kami juga berkenalan dengan siswa perakit robot yang juga hebat dari sekolah lain.

Menghadapi banyak saingan dengan robot yang tak kalah bagus, tak menyurutkan semangat mereka.Hasilnya mereka bisa memenangkan lomba design robot terbaik di Sulut. Beruntung pula mereka didampingi pembimbing yang baik.

Ia menceritakan, terkadang menemukan beberapa kesulitan ketika membuat robot. Membentuk hardware dan body robot jadi tantangan tersendiri. Selain mesin, keunikan body juga jadi bagian dari penilaian katanya.

Untuk desain robot transformer yang mereka menangkan ia menceritakan bahwa mereka berencana akan membuat desain body baru, namun menariknya desain body lama yang mereka ikutkan kompetisi tersebut menang lagi.

Sementara itu, David mengugkapkan pembuatan robot gampang-gampang susah. “Meski tau tenik pemasangan tak jarang kami temukan kesulitan seperti korsleting. Karena itu kami harus hati-hati,” kisahnya.

Ia bersyukur mendapat dukungan penuh, terlebih dari kepala sekolah. Selain menyediakan baan pembuatan, bentuk dukungan lain yang diberikan adalah dengan menyediakan tempat berlatih dan tempat merakit robotnya.

Ia berharap, tahun ini mereka bisa ikut kompetisi robotik. “Semoga bisa berpertisipasi lagi. Target kami membawa pulang juara. Dan membanggakan sekolah,” tutupnya. (ilona piri)