Mitigasi Perdagangan Satwa Liar, BKSDA dan SY Gandeng Pemprov Sulut

oleh -
Sekprov Edwin Silangen saat menerima cenderamata dari Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia. (ist)

MANADO-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Yayasan Selamatkan Yaki (SY) menyambangi Kantor Gubernur Sulut, Senin (25/3/2019). Mereka diterima Sekprov Edwin Silangen yang turut melaporkan rencana kegiatan stakeholder meeting terkait mitigasi perdagangan satwa liar di Bumi Nyiur Melambai.

Tim Kecil yang berkunjung dipimpin langsung oleh Ketua BKSDA Sulut Noel Layuk Allo, beserta tiga staf SY. Pada pertemuan tersebut, Noel mengungkapkan pentingnya mitigasi perdagangan satwa liar, karena mengingat salah satu ancaman yang dialami oleh satwa liar di Sulut adalah perburuan.

Perburuan terjadi karena adanya permintaan dan perdagangan daging satwa liar. Sementara satwa liar sangat berperan penting dalam ekosistem,” ungkap Noel.

Sementara itu, salah satu staf Yayasan SY, Ance Tatinggulu menjelaskan, faktanya populasi satwa liar semakin menurun selang 40 tahun terakhir ini. Contonya, Macaca Nigra atau yaki yang sudah 80% menurun, belum lagi satwa liar lain seperti babi rusa, beruang kerdil (tembung), Anoa, dan paniki yang sudah juga mulai menurun populasinya.

Selama ini program selamatkan yaki menilai perlu adanya diskusi bersama terkait dengan penegakkan hukum yang sekarang ini masih belum maksimal karena tidak adanya efek jera terhadap pelaku kejahatan satwa. Perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah, penegak hukum, LSM bahkan dengan gereja untuk bersama-sama menanggulangi perdagangan satwa tersebut,” terangnya.

Sekprov Sulut Edwin Silangen menyambut baik rencana kegiatan yang diusulkan BKSDA dan SY. Ia mendukung sepenuhnya serta mengupayakan pertemuan langsung antara tim dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Kami dukung kegiatan seperti ini karena satwa liar juga merupakan aset pariwisata Sulut. Selanjutnya kami upayakanpertemuan dengan gubernur dan menetapkan tanggal untuk diskusi bersama,” ujarnya. Pertemuan tersebut, dirangkaikan dengan penyerahan cendera mata dari Yayasan Selamatkan Yakni Indonesia kepada Sekprov Sulut sebagai apresiasi atas dukungan dari Pemprov Sulut. (Ilona piri)