PLN Jelaskan Dua Faktor Penyebab Mengapa Listrik Padam

oleh -
PLN Unit Induk Wilayah Suluttenggo menggelar sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan kepada masyarakat Pineleng, Sulawesi Utara. istimewa

MANADO— PLN Unit Induk Wilayah Suluttenggo melakukan sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan kepada masyarakat Pineleng, Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Manager  Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D)  Suluttenggo Petrus Irwan, Hukum Tua Pineleng Dua Hengki Panapo, perangkat Desa dan Masyarakat. Acara sosialisasi tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Kecamatan Pineleng Dua, Manado.

Petrus menjelaskan, dua  faktor yang menyebabkan padamnya aliran listrik, yaitu terkait gangguan eksternal dan gangguan anomali perangkat listrik.

“Adanya gangguan eksternal seperti benda atau pohon yang bersentuhan dengan jaringan listrik. Dan gangguan anomali perangkat listrik sehingga perlu adanya pemadaman agar tidak membahayakan petugas PLN yang sedang melakukan pemeliharaan atau memperbaikinya,”  paparnya, Selasa 26/3/2019.

Dalam kegiatan tersebut Petrus juga menjelaskan bahwa masyarakat  memiliki peran dalam menjaga pasokan listrik. Salah satunya yaitu dengan mengizinkan petugas untuk memangkas pohon yang sudah mendekati jaringan listrik.

Kedua, yaitu tidak bermain atau melakukan aktifitas mendekati jaringan listrik seperti layang-layang, selain dapat mengganggu pasokan hal tersebut juga berbahaya bagi keselamatan warga.

Hindari membakar sampah di bawah tiang listrik, karena panas dari terbakarnya sampah tersebut akan membuat kabel listrik terbakar dan memiliki potensi untuk putus, sehingga dapat mengganggu pasokan listrik.

Selain faktor-faktor tersebut masyarakat perlu memperhatikan instalasi listrik di dalam rumah. Seperti agar jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan standar yaitu SNI atau LMK. Dan jangan pernah mencoba untuk mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.

“Periksalah instalasi listrik lima tahun sekali, perhatikan konstruksi instalasi dalam rumah terutama kerapihan kabel-kabel dan stop kontak agar menghindari bahaya sentuh langsung,” pungkas Petrus.

“Kami harap dengan mengetahui ini kita dapat semakin waspada dan kita dapat merasakan manfaat listrik yang sebenar-benarnya dengan menghindari bahaya-bahaya yang dapat timbul dari listrik,” tambah Petrus.

Hukum Tua Desa Pineleng Dua, Hengki Panapo, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PLN yang telah memberikan pengetahuan yang bermanfaat kepada masyarakat. “Pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar listrik kini terjawab dan semoga masyarakat semakin sadar untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan serta pasokan listrik,” tutup Hengky. (stenly sajow)