SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan studi visit ke Provinsi Jawa Timur pada 14–16 April 2026.

Langkah ini diambil untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di wilayah Sulawesi Utara.

​Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi studi didasarkan pada prestasi gemilang provinsi tersebut yang berhasil meraih delapan penghargaan pada Championship TP2DD 2025, termasuk kategori TP2DD Terbaik tingkat provinsi.

Salah satu inovasi yang dipelajari adalah program “Sambel Bajak” (Sambil Belanja Online Bayar Pajak) yang mengintegrasikan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan ekosistem e-commerce.

​Inovasi tersebut terbukti efektif meningkatkan penerimaan PKB Jawa Timur dari Rp7,78 triliun pada 2023 menjadi Rp8,26 triliun pada 2024.

Selain itu, rombongan juga mempelajari digitalisasi layanan perizinan publik, integrasi parkir berbasis EDC dengan dukungan artificial intelligence, hingga pengelolaan tiket destinasi wisata di Kota Surabaya.

​Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan untuk memperkuat kinerja TP2DD di Sulawesi Utara.

“Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait tindak lanjut diagnostic tools, penyusunan program unggulan, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Studi ini menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan tersebut,” ujar Ircham. (nando/*)