SilkAir Telah 25 tahun Layani Penerbangan Manado-Singapura

oleh -
General Manager Indonesia SilkAir Ganesh Perumal bersama Manajer SilkAir Sulawesi Utara Gabriel Tan saat merayakan 25 tahun operasional SilkAir Manado Singapura. istimewa

MANADO—SilkAir mengapresiasi loyalitas pelanggan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang tetap setia menggunakan penerbangan Manado-Singapura.

General Manager Indonesia SilkAir Ganesh Perumal mengatakan, operasional penerbangan Manado Singapura yang telah berusia 25 tahun merupakan bagian dari sejarah perjalanan SilkAir di Indonesia.

“Perayaan ulang tahun perak tidak sering muncul, dan hanya ada beberapa kota di jaringan Silkair yang telah mencapai tonggak sejarah ini,” ujar Perumal saat Silkair Manado Anniversary Dinner di Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Selasa, 8/4/2019.

Perumal mengatakan, perjalanan 25 tahun operasional bukanlah waktu yang singkat.  SilkAir telah melaluinya dengan perjalanan yang berkesan.

“25 tahun adalah waktu yang lama dan penuh kenangan dan aliran manajer yang panjang yang mengarah ke Gabriel (Manajer SilkAir Sulawesi Utara saat ini). Begitu banyak persahabatan dan hubungan yang disemen di sini di sudut khusus Indonesia ini,” ujarnya.

“Saya sangat yakin saya berbicara atas nama semua manajer, dulu dan sekarang, serta Manajemen Senior kami di Singapura ketika saya mengucapkan terima kasih, kepada tim dan kolega yang luar biasa selama bertahun-tahun yang telah menjadikan SilkAir Manado benar-benar kegembiraan untuk terbang,” sambungnya.

Manajer SilkAir Sulawesi Utara Gabriel Tan mengatakan, SilkAir  melakukan penerbangan perdana untuk rute Manado-Singapura pada 21 Maret 1994. Kata dia, potensi penerbangan di Manado sangat bagus, karena itu pihaknya tak segan melakukan penambahan penerbangan.

“25 tahun yang lalu dan kami telah menempuh perjalanan yang jauh sejak saat itu, meningkatkan frekuensi penerbangan kami dari dua kali seminggu menjadi empat kali seminggu,” paparnya.

Menurut Tan, selain penumpang, keberlangsungan operasional SilkAir di Manado tak lepas dari dukungan stakeholder termasuk pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. “Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan kuat dari mitra utama kami, termasuk pemerintah Sulawesi Utara, PAP, Imigrasi, Bea Cukai, PT JAS, agen perjalanan, resor dan hotel,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi loyalitas pelanggan yang terus menggunakan jasa penerbangan SilkAir. “Tidak lupa penumpang reguler kami, yang banyak di antaranya mulai terbang bersama kami ketika mereka masih anak-anak hingga sekarang sudah dewasa,” ujarnya. (stenly sajow)