BPS: Ekonomi Sulut Triwulan II/2019 Tumbuh 5,48%

oleh -
BPS merilis ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan II/2019 tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).  ISTIMEWA

MANADO—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan II/2019 tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

Perekonomian Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II/2019 mencapai Rp31,37 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp21,53 triliun

Sementara itu, Ekonomi Sulut triwulan II/2019 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 5,03%.

“Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa hal. Momen penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR), Ramadhan, hari raya idul fitri dan menjelang tahun ajaran baru yang jatuh pada triwulan II-2019 merupakan pendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di triwulan dua,” ujar Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, Senin, 5/8/2019.

Ateng mengatakan, ekonomi Sulut triwulan II/2019 dibanding triwulan II 2018 (y-on-y) tumbuh 5,48%. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali lapangan usaha Industri Pengolahan dan Jasa Keuangan dan Asuransi yang mengalami penurunan, masing-masing sebesar -4,43% dan -7,92%.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 11,48%, diikuti Jasa Pendidikan sebesar 9,56%; dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 9,24%. Tingginya pertumbuhan lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib didorong oleh realisasi anggaran belanja pegawai baik APBD dan APBN yang relatif meningkat.

Struktur  PDRB Sulut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2019 tidak banyak mengalami perubahan. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor; Transportasi-Pergudangan dan Konstruksi masih mendominasi PDRB Sulawesi Utara, dengan share masing-masing sebesar 20,75%, 12,79%, 11,38 persen dan 11,33%.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan II/2019 (y-on-y), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,43%, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,18%; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,77%.

Secara kumulatif, PDRB Sulut semester I-2019 dibandingkan semester I/2018 tumbuh sebesar 6,02%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 9,61%, diikuti Lapangan Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang tumbuh sebesar 9,40%, kemudian Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 9,00%.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan II/2019 terhadap triwulan II-2018 (y-on-y) terjadi hampir pada semua komponen, kecuali Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami penurunan sebesar 8,99%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,78%; diikuti komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 7,07%, dan komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 6,07 persen.

Struktur PDRB Sulawesi Utara menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2019 masih didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), serta Ekspor Barang dan Jasa.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan II-2019 (y-on-y), komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 2,86%. Untuk sumber pertumbuhan tertinggi kedua yaitu komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 1,68%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan belanja pemerintah, sehubungan dengan peningkatan jumlah PNS dan kenaikan gaji PNS, TNI, Polri dan Pensiunan dibanding  2018. Sementara itu komponen PMTB memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,22% yang terjadi karena masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulut. (stenly sajow)