Literasi G-ODSK Dorong Mantapkan Sektor Pariwisata Sulut

oleh -
Literasi G-ODSK dihadiri sejumlah pihak baik dari unsur pemerintah, Forkopimda, PHRI Sulut,GIPI Sulut, akademisi dan perwakilan media massa. Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan deklarasi bersama dalam berkomitmen menunjang pariwisata dengan menggalakan kebersihan. (Ist)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengakui Gerakan Optimalisasi Dukungan Sadar Kebersihan (G-ODSK) merupakan bukti nyata mendukung pengembangan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Olly Dondokambey diwakili Asisten I Setdaprov Sulut, Edison Humiang saat menghadiri kegiatan Literasi G-ODSK yang berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (3/9/2019).

Humiang mengatakan, Pemprov Sulut memberikan apresiasi khusus kepada pimpinan serta pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut yang boleh menginisiasi kegiatan strategis yang bernilai penting tersebut.

“Adanya G-ODSK akan memberikan dampak positif serta mendukung pariwisata Sulut yang sedang giat-giatnya dikunjungi wisatawan,” kata Humiang.

Lanjut dia, sekarang ini telah banyak sekali iven-iven pariwisata yang digelar untuk mendorong peningkatan kunjungan turis ke daerah ini.

Humiang menyebut, berdasarkan data BPS pada 1 Agustus 2019, kunjungan wisatawan manca Negara (wisman) ke Sulut di pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada Bulan Juni 2019 sebanyak 8.342 orang. Kata dia, angka kunjungan wisman ini tercatat menurun 14,48% jika dibandingkan Bulan Mei 2019.

“Penurunan kunjungan ini harus menjadi perhatian bersama untuk terus berbenah, tidak mengendorkan semangat, dan tidak berhenti melakukan inovasi dan terobosan untuk menjadikan Sulut menarik di mata wisatawan,” terangnya.

Dia menuturkan, dalam konteks itulah pihaknya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Literasi G-ODSK. Sangat diharapkannya, langkah kreatif ini akan memantapkan langkah dalam membagun pariwisata Sulut.

“Lewat Literasi G-ODSK ini dapat memberikan manfaat guna menyerap, memahami dan menambah kapasitas untuk peningkatan pelayanan di sektor perhotelan dan restoran yang muaranya memberi kesan positif dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini,” tandasnya.

Ketua PHRI Sulut Nico Lieke menjelaskan, pembentukan G-ODSK untuk mendukung pariwisata Sulut. Ini salah satu upaya agar mendorong bersama kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke hotel dan restoran.

“Pak Gubernur Olly Dondokambey telah berupaya membuka jalan untuk mendatangkan banyak wisatawan ke sini. Tugas kita, tentunya harus menangkap dengan melakukan terobosan atau inovasi guna mendukung pariwisata tersebut,” ujarnya.

Nico menjelaskan, Provinsi Sulut kini menjadi prioritas pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata. Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) waktu lalu menjadi satu dorongan kuat memacu infrastruktur pariwisata di daerah ini.

“Sulut akan berkembang menjadi daerah pariwisata yang lebih besar. Nah, kesiapan tentunya menjadi hal penting. Lewat G-ODSK pastinya akan mendorong maksimalnya perhatian terhadap kebersihan, khusus bagi hotel dan restoran,” tuturnya.

Dia menyebut, adanya kompetensi lewat penilaian kebersihan hotel dan restoran akan sangat bermanfaat membuka mindset bagi para pelaku usaha untuk sadar pentingnya kebersihan tersebut.

“Hotel dan restoran paling bersih yang memenuhi standar penilaian akan diberikan reward. Kalau sebaliknya tidak mengindahkan kebersihan, tentu kita akan memberikan teguran,” tukas Lieke.

Sementara itu, Ketua Tim Juri Penilaian Kebersihan Hotel dan Restoran Prof Silisna Lagarence menjelaskan, pihaknya sudah menentukan waktu untuk melakukan penilaian. Wilayah pertama yang akan disasar yakni Kota Manado.

“Kita akan datang tiba-tiba. Kalau kotor, pasti kita beri nilai sesuai amatan. Nah, kalau didapati bersih, pastinya kita akan memberikan reward. Hasil penilaian ini akan diumumkan pada 23 September, tepat di HUT Provinsi Sulut,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan deklarasi bersama terkait komitmen G-ODSK yang disampaikan para peserta yang hadir. Sejumlah peserta yakni unsur pemerintah, perwakilan Forkopimda Sulut, PHRI Sulut, GIPI Sulut, akademisi dan perwakilan media massa. (rivco tololiu)