Bupati Iskandar Kamaru Tinjau Progres Pembangunan Gereja dan Pura

oleh -
Tampak Bupati Iskandar Kamaru saat meninjau pembangunan Rumah Ibadah Pura dan Gereja di Kawasan Perkantoran Pemkab Bolsel, Panango, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki. (Ist)

BOLSEL – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Marzanziuz Arvan Ohy melakukan pemantauan progres pembangunan dua rumah ibadah yakni, Pura dan Gereja yang berada di pusat perkantoran Panango, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (17/10/2019).

Orang nomor satu di Kabupaten Bolsel ini pun meminta kepada pihak ketiga pelaksana kegiatan dua bangunan ibadah untuk umat Hindu dan Kristiani ini, agar dapat memaksimalkan pelaksanaan kegiatan.

“Saya harap pihak ketiga dapat mengebut pekerjaannya, sehingga dapat selesai tepat waktu sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja,” ujar Iskandar.

Bupati pun meminta kepada instansi teknis terkait dengan pembangunan rumah ibadah tersebut untuk bisa terus mengawasi setiap proses pekerjaan yang berlangsung. “Instansi teknis saya harap bisa terus mengawasi pekerjaan ini. Pastikan setiap kegiatan berjalan sesuai makenisme dan aturan yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda menambahkan pembangunan dua rumah ibadah ini ditargetakan rampung bulan November mendatang. “Bangunan dan taman ditargetkan selesai November. Desember langsung reyen. Jadi untuk program ibadah subuh bersama (PISB) kristiani untuk awal Desember akan digelar di Gereja Oikumene Bukit Hermon Panango,” ujar Arvan.

Menurutnya, tidak hanya pembangunan yang rampung tahun ini. Tapi, kelengkapan rumah ibadah juga sudah disiapkan. “Kelengkapan rumah ibadah sudah kita anggarkan dalam APBD tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Heri Mokodompit menuturkan, pembangunan Pura dan Gereja dilakukan bertahap. Pembangunan tahap 1 tahun 2017 lalu, dialokasikan  Rp1,7 Miliar untuk pembangunan Gereja dan Rp750 juta pembangunan Pura. Di tahun 2018, kembali dianggarkan kegiatan tahap II, Rp 1,75 Miliar untuk pembangunan Gereja dan Rp1 Miliar pembangunan Pura. Sedangkan tahap penyelesaian tahun 2019 ini, dialokasikan sekira Rp3,7 Miliar.

“Rp1,7 Miliar untuk perampungan bangunan Pura dan Rp 2 Miliar tahap akhir pembangunan Gereja,” ulas Heri sembari menambahkan, untuk saat ini progres pembangunan dua rumah ibadah ini sudah mencapai 60 persen. “ Pekerjaan berat sudah terlaksana. Tinggal beberapa item ringan yang akan diselesaikan. November ini semoga sudah selesai dikerjakan,” pungkasnya. (Irfani alhabsyi)