Aprindo Sulut: UMP Tinggi Investor Bisa Lari ke Daerah Lain

oleh -
Pertemuan dewan pengupahan dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Istimewa

MANADO—Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Robert Najoan mengatakan, berkaitan dengan kenaikan UMP Sulut pada 2020, kalangan pengusaha beranggapan tingginya UMP memberikan sentimen negatif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Iklim investasi yang kurang baik, investor bisa beralih ke daerah lain,” ujarnya, Rabu, 30/10/2019.

Selain itu kata dia, naiknya UMP Sulut dapat menjadi magnet bagi tenaga kerja luar daerah untuk bekerja di Sulut.

“Karena  biasanya Sulut nomor urut ketiga  tertinggi, maka  migrasi tenaga kerja dari daerah lain ke Sulut akan terjadi,” tuturnya.

Bahkan bagi Aprindo, kenaikan UMP tidak berbanding lurus dengan produktifitas tenaga kerja. “Ini tentu menghambat  produksi dan mengurangi output atau outcome,” terangnya.

Apalagi kata dia, kondisi ekonomi global cenderung kurang baik imbas perang dagang Amerika dan China yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan.

Dampak itu kata dia telah disampaikan ke Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Dewan Pengupahan Provinsi (Depeprov). “Dalam rekomendasi kami Depeprov menyampaikan pertimbangan-pertimbangan, baik sebagai masukan dari asosiasi pengusaha, serikat pekerja/ serikat buruh, akademisi dan pemerintah,” jelasnya. (stenly sajow)