Diduga Korupsi Rp1,1 Miliar, Polres Serahkan 4 ASN ke Kejari Tomohon

oleh -
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dengan inisial FVP, MFT, RFJN dan NYAN diserahkan ke kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Kamis, 7/11/2019.

TOMOHON –Diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp1,1 Miliar, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dengan inisial FVP, MFT, RFJN dan NYAN diserahkan ke kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Kamis, 7/11/2019.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers penyerahan tersangka, dan barang bukti ke Kejari Tomohon oleh Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait, di Mapolres Tomohon.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait mengatakan, proses penyerahan pelaku dan barang bukti yang dikenal dengan tahap dua, ke pihak Kejari Tomohon ini, terkait dengan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran di Pemkot Tomohon tahun 2014 silam.

Di mana, tindak pidana korupsi ini terjadi sehubungan dengan dugaan penyelewengan atau penyalahgunaan anggaran Program Penyusunan Naskah Akademik, Ranperda, Ranperwako, Penyuluhan, Publikasi dan Sosialisasi Hukum tahun 2014. Dengan cara membuat pertanggungjawaban fiktif terhadap belanja ATK, belanja cetak, pengandaan dan belanja jasa ahli pada bagian Administrasi Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon dengan kerugian negara sebesar Rp1,1 Miliar.

“Jadi tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi ini akan diserahkan ke kejaksaan Negeri Tomohon ada empat orang, semuanya ASN di Pemkot Kota Tomohon,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Yulianus Samberi, menambahkan, proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini, dilakukan sejak tahun 2014 dan puji syukur hari ini bisa diserahkan ke kejaksaan, baik tersangka maupun barang bukti.

“Terima kasih kepada personil khususnya yang ada di Satuan Reskrim Polres Tomohon, yang menunjukan dedikasi, dan semangat dalam melaksanakan tugas, terutama dalam pengungkapan kasus yang dilaporkan di Polres Tomohon,” tandasnya.

Sementara, Kejari Tomohon Edy Winarko melalui Kasie Intelegen Wilke Rabeta, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Tomohon, terkait Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Penyusunan Naskah Akademik, Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, Penyusunan Rancangan Peraturan Wali Kota serta Fasilitasi dan Sosialisasi hukum pada Bagian Administrasi Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon Tahun anggaran 2014 lalu.

Kata Rabeta, para tersangka FVP, MFT, RFJN dan NYAN disangka melanggar pasal  Pasal 2 ayat (1) Sub Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Diduga perbuatan para tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar,” tukasnya. (fernando kembuan)