Mulai Sekarang Kami Ingin Dipanggil BPJAMSOSTEK

oleh -
Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Sulama Toto Suharto. KORAN SINDO MANADO

MANADO— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Maluku (Sulama) mengkampayekan panggilan baru bagi BPJS Ketenagakerjaan yakni BPJAMSOSTEK.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Sulama Toto Suharto mengatakan, panggilan baru itu menjadi nama keren untuk membedakan dengan BPJS Kesehatan. “Kami menginisiasi call name kami yang baru, ini buka nama baru. Just call name BPJAMSOSTEK,” ujarnya Toto saat media gathering BPJSMSOSTEK wilayah Sulama di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin, 9/12/2019.

“Mulai dari sekarang kami ingin dipanggil BPJAMSOSTEK,” sambungnya.

Soal panggilan itu kata dia, sudah diatur dalam peraturan direksi. Karena itu lanjut dia,  mulai saat ini semua kalangan masyarakat termasuk media bisa memanggil BPJAMSOSTEK untuk BPJS Ketenagakerjaan. “BPJAMSOSTEK supaya masyarakat bisa melihat dan mengenal dengan cepat. Termasuk dalam kampanye promosi kami,” paparnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah mulai menggunakan panggilan baru tersebut mulai dari kop surat hingga kartu nama. Selain itu, dalam rilis berita pihaknya sudah menggunakan panggilan tersebut dengan penulisan huruf kapital.

Sementara itu, dalam penulisan visual pihaknya menggunakan huruf kecil. “Maksud kami di sini ingin menegaskan nama suatu lembaga. Dan itu sudah kami tetapkan. Mudahan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Hubungan Masyarakat BP Jamsostek Erfan Kurniawan, Erfan Kurniawan mengatakan, kebijakan call name kian mendapat respon positif.  Meskipun begitu, panggilan baru tersebut akan tetap evaluasi. “Tetap kami akan melakukan evaluasi dengan beberapa cara kepada masyarakat, apakah mereka telah mengenal kita sebagai penyelenggara sosial,” ujarnya.

Dia mengatakan, atas kebijakan itu yang berubah hanyalah panggilan, sementara badan hukum, lambang, dan semua yang terkait dengan administrasi formal tetap menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (stenly sajow)