BPJAMSOSTEK Manado: Media Jadi Partner Penting Pendukung Kinerja

oleh -
Media Gathering BPJAMSOSTEK Manado, Sabtu, 21/20/2019.

MANADO–Media dinilai menjadi partner penting pendukung kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Manado.

Hal ini dikatakan, Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Manado, Adi Safa saat Media Gathering BPJAMSOSTEK Manado, Sabtu, 21/20/2019

“Bagi kami media adalah salah satu partner penting,” ujar Adi.

Hal ini dikarenakan, media cetak dan elektronik terus memberikan kontribusi positif dalam membantu menyebarluaskan program BPJAMSOSTEK ke semua lapisan masyarakat.

“Di Provinsi Sulawesi Utara, nama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK sudah cukup di kenal, makanya itu sudah banyak yang memanfaatkan program kami,” paparnya.

Adapun empat program BPJAMSOSTEK antara lain, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), serta Jaminan Pensiun (JP).

Adi berharap, kemitraan yang sudah terbangun selama periode 2019 bisa lebih baik lagi di 2020. “Semoga tahun depan kita tetap menjalin hubungan yang lebih baik lagi,” tuturnya.

PIC Komunikasi BPJAMSOSTEK Cabang Manado Saldy Pato mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki panggilan baru untuk membedakan dengan BPJS Kesehatan, yakni BPJAMSOSTEK. “Kami menginisiasi call name kami yang baru, ini buka nama baru. Just call name BPJAMSOSTEK,” ujar Saldy.

Menurut dia, hal itu, sudah diatur dalam peraturan direksi. Karena itu lanjut dia, mulai saat ini pihak, semua kalangan masyarakat termasuk media bisa memanggil BPJAMSOSTEK untuk BPJS ketenagakerjaan. “BPJAMSOSTEK supaya masyarakat bisa melihat dan mengenal dengan cepat. Termasuk dalam kampanye promosi kami,” paparnya.

Sebagai informasi, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah nomor: 82 Tahun 2019 oleh Presiden yang merupakan revisi dari PP No.44 Tahun 2013 tentang santunan jaminan sosial ketenagakerjaan, maka manfaat yang didapatkan peserta mengalami kenaikan tanpa kenaikan iuran.

Dalam PP tersebut untuk santunan kematian yang sebelumnya hanya Rp24 juta menjadi Rp42 juta.

Tak hanya itu kata dia, pada PP tersebut kata dia, bagi pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja maka dua anaknya akan mendapat beasiswa dari SD hingga tamat kuliah. Dari sebelumnya hanya Rp12 juta untuk satu orang anak. (stenly sajow)