Ferry Liando: PPK Terpilih Harus Menguasai Betul Aturan-Aturan Pilkada

oleh -
Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Unsrat, Ferry Liando. (ist)

MANADO- Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Ferry Liando mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memilih calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang menguasai aturan-aturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Saya mendorong agar para calon terpilih adalah mereka yang benar-benar mandiri, bebas dari kepentingan, tidak memihak, memiliki integritas yang baik, jujur, mampu bekerja sama secara tim. Saya berharap semua yang terpilih harus kuasai aturan-aturan pilkada, paling tidak pasal-pasal yang menyangkut tugas, fungsi dan kewenangan PPK,” tegas Liando, saat dihubungi SINDOMANADO.COM, Selasa, (4/2/2020).

Menurut dia, sampai saat ini seleksi PPK masih dalam tahapan proses. Sehingga masih sulit untuk menyimpulkan apakah sudah sesuai harapan atau belum. Tes tertulis itu baru tahapan ke empat.

“Ada tahapan sosialisiasi, ada tahapan penerimaan berkas dan saat ini baru dalam tahapan tes tertulis. Peran masyarakat sangat menentukan apakah hasil seleksi berkualitas atau tidak,” terang dia.

Lanjut dia, ada tahapan yang melibatkan masyarakat secara langsung yakni uji publik. Masyarakat diberikan ruang untuk Membantu KPU menginformasikan calon-calon yang diduga bermasalah. KPU memiliki keterbatasan mengenal semua calon yang mengikuti seleksi. Oleh karena itu peran Masyarakat sangat penting.

“Masyarkat bisa melaporkan apakah ada calon yang saat ini masih menjadi pengurus parpol atau tim kampanye calon. Masyarkat bisa menginformasikan apakah ada calon yang melebihi masa periodisasi keanggotaan PPK atau memiliki istri atau suami dalam kedudukan sebagai penyelengara pemilu. Ini sangat membantu KPU jika ada informasi seperti ini,” jelas dia.

Dia menambahkan, walaupun demikian tidak serta merta apa yang menjadi laporan masyarakat itu langsung di gugurkan. “Sebab masih ada tahapan wawancara untuk mengklarifikasi semua laporan itu,” pungkas dia. (valentino warouw)