Pemprov dan Kementrian Pertahanan RI Berembuk Bahas SDAB

oleh -
Tampak, foto bersama Pemprov Sulut dan Kementrian Pertahanan usai pertemuan di kantor Gubernur Sulut. (Ist)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulut bersama Kementrian Pertahanan (Kemham) RI berembuk membahas pendataan potensi Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB) di kantor Gubernur Sulut, Rabu (19/2/2020).

Rombongan Kementrian Pertahanan yang dipimpin Kol Sus Muhamad Ridwan selaku Analisis Kebijaan Madya Bidang SDAB Distumdahan Ditjen Pothan Kemhan diterima langsung oleh Asisten I Setdaprov Sulut, Edison Humiang.

Dalam sambutan pembukaannya, Humiang sedikit menjelaskan tentang duduk geografis serta potensi Provinsi Sulut.

“Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi kepulauan yang ada di Indonesia, dengan total 287 Pulau dengan komposisi 59 pulau berpenghuni dan 228 belumnberpenghuni,” jelas Humiang.

Tidak hanya itu, Humiang pun menjelaskan untuk aspek Administrasi pemerintahan, Provinsi Sulut memiliki 15 daerah otonom yang terdiri dari 11 kabupaten dan 4 kota.

“Meskipun masyarakatnya sangat majemuk, baik dari sisi etnis, religi, budaya, dan adat istiadat, namun kehidupan masyarakat Sulawesi Utara hingga saat ini terus berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis, sehingga memampukan kami memajukan pembangunan daerah dari setiap aspek yang ada,” tukasnya.

“Dengan karakteristik sebagai daerah kepulauan dengan wilayah pesisir serta laut yang luas, yang juga merupakan daerah perbatasan dan ditunjang berbagai potensi sumber daya alam, serta stabilitas daerah. Inilah yang menjadikan Sulut sebagai daerah yang sangat prospektif dalam berbagai aspek pembangunan bangsa utamanya di sektor kemaritiman dan garda terdepan bangsa,” tambahnya.

Untuk itu, menurut Humiang, Pemprov Sulut menjadikan stabilitas daerah sebagai semangat persatuan dan kesatuan serta sinergitas kerja dengan berbagai stakeholder.

“Termasuk di dalamnya Kementerian Pertahanan RI, sebagai yang paling penting implementasi urusan pertahanan, pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan,” ucapnya.

Ridwan sendiri mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya yaitu untuk memperoleh data jumlah dan kondisi yang akurat tentang SDAB dalam rangka penyiapan bentuk logistik wilayah dan cadangan materi strategis di masing-masing daerah.

“Jadi memang tujuan kami yaitu untuk menyiapkan komduk dalam bentuk logistik wilayah dan catmastrat di masing-masing daerah,” jelasnya. (rivco tololiu)