Social Distancing Pemutus Mata Rantai Penularan Virus Korona, Masyarakat dan Pemerintah di Sulut Diminta Terapkan

oleh -
Social Distancing yang sudah di terapkan di sarana umum kota Bandung, Provinsi Sulut dan 15 Kabupaten/Kota harus mengikutinya. (FOTO: ist)

MANADO- Social distancing (menjaga jarak minimal 1 meter antara seorang dengan orang lain) menjadi senjata untuk memutus mata rantai penularan coronavirus disease (covid-19), (Virus Korona) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut diharapkan bisa diterapkan oleh masyarakat dan pemerintah yang ada di 15 kabupaten/kota Provinsi Sulut.

Sekretaris Satgas Covid-19 dr Steaven Dandel mengatakan, bapak dan Ibu serta masyarakat Provinsi Sulut mohon patuhi perintah imbauan dari pimpinan kita bapak Presiden maupun bapak gubernur dan pejabat untuk melakukan Social Distancing ini penting sekali.

Social Distancing ini adalah bagian penting untuk memutus mata rantai penularan, itu adalah kebijakan yang betul-betul sesuai prinsip epidemiologi karena kita berhadapan dengan kuman virus yang bisa menular dari satu orang ke orang lain,” jelas dia.

Lanjut dia, makin sedikit orang yang dia bisa tulari kemudian virus ini akan bisa kita hilangkan.

“Tetapi makin banyak orang dalam kerumunan virus ini akan lebih cepat akan berpindah dari satu orang ke orang lain,” beber dia.

Dia menjelaskan, saat diberikan kebijakan social distancing atau menjaga jarak dengan sesama kita maka itu adalah bentuk-bentuk intervensi yang harus kita patuhi.

“Ingat baik-baik virus ini belum ada vaksin untuk pencegahan, utama adalah menjaga jangan sampai dia berpindah dari satu orang ke orang yang lain itu yang disebut dengan social distancing, disamping kita terus praktek untuk prilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan sesering mungkin,” pungkas dia. (valentino warouw)