Gubernur: Kepala Daerah di Kabupaten/Kota Wajib Geser Anggaran Tangani Wabah Covid-19

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey saat dimintai keterangan awak media di lobi Kantor Gubernur Sulut. (Ist)

MANADO – Gubernur Olly Dondokambey mengatakan penetapan status Siaga Darurat Penanganan Bencana Non Alam Virus Korona (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) harus menjadi perhatian bersama terlebih kepala daerah di kabupaten/kota.

Dia mengatakan, kepala daerah di kabupaten/kota wajib menggeser anggaran dalam upaya penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19.

“Pergeseran anggaran wajib dilakukan bupati dan wali kota di daerahnya dalam menangani virus korona. Ini harus menjadi perhatian supaya langkah dan upaya di setiap daerah dapat berjalan baik,” ungkap Gubernur Olly, Selasa (24/3/2020).

Gubernur mengatakan, pergeseran anggaran akan juga dirapatkan bersama semua sekretaris daerah (sekda) di 15 kabupaten/kota.

“Ketersediaan anggaran sangat penting supaya dapat mengambil langkah dan kebijakan dalam penanganan virus korona ini. Apalagi ini sudah menjadi status siaga darurat. Kiranya hal tersebut dapat menjadi perhatian para kepala daerah di Sulut,” tandasnya.

Terkait pergeseran anggaran, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah telah menyarankan pemerintah daerah (pemda) melakukan itu untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19. Relokasi anggaran itu diperlukan untuk membiayai penanganan pandemik virus korona di berbagai daerah.

“Ada peraturan yang sudah keluar, Peraturan Mendagri Nomor 20 Tahun 2020, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2020, yang memberi kewenangan para kepala daerah melaksanakan relokasi anggaran, dan cukup memberitahukan kepada DPRD,” kata Tito selesai rapat konsolidasi penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Rabu (18/3) lalu.

Mantan Kapolri ini menyebut, dana tersebut misalnya bisa digunakan untuk peningkatan fasilitas kesehatan di masing-masing daerah. Di antaranya penambahan ruang isolasi plus fasilitas kesehatannya untuk merawat pasien korona.

“Sehingga anggaran ini dapat dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas sistem kesehatan di daerah ketika terjadi lonjakan, Insya Allah tidak, kalau terjadi lonjakan, kita sudah siap,” kata dia. (rivco tololiu)