Jangan Cemas, Stok Pangan di Sulut Aman

oleh -
Kepala Wilayah Bulog Sulut Eko Hari Kuncahyo bersama Kepala Disperindag Sulut Edwin Kindangen. (FOTO: Clay Lalamentik)

MANADO – Pemerintah memastikan stok pangan di Sulawesi Utara (Sulut) masih aman di tengah goncangan penyebaran virus Korona (Covid-19).

Bulog SulutGo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut mengaku telah melakukan kesiapan, apalagi dalam waktu dekat umat Muslim akan menghadapi bulan puasa.

Hal itu disampaikan Kepala Bulog melalui konferensi pers di Kantor Wilayah Bulog SulutGo, belum lama ini. Kepala Wilayah Bulog SulutGo Eko Hari Kuncahyo mengatakan, ketahanan pangan stok untuk komoditi beras ada 13.400 ton. “Dengan jumlah ketersediaan ini, kesediaan stok beras relatif sangat aman. Jika dihitung dengan ketahanan stoknya, bisa bertahan hingga 11 atau 12 bulan mendatang,” ucapnya.

Lanjut Eko, dalam waktu dekat akan ada juga penambahan stok beras. “Stok beras nanti akan ada penambahan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir tentang kesediaan komoditi beras ini. Dan bukan hanya beras saja, dari beberapa komoditi bahan pokok juga Bulog menjamin ketersediaan itu aman,” ujarnya.

Dari data Bulog, untuk stok komoditi gula di Bulog Sulut ada sekira 6 ton, minyak goreng ada 60.000 ribu liter, terigu ada 27 ton dan daging beku ada 4 ton. Hal ini tentunya akan ditambah lagi sesuai kebutuhan yang diperlukan.

Isu terkait kurangnya stok pangan di Sulut merebak di tengah virus Korona yang memukul Indonesia. Namun, Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini tentunya tidak tinggal diam untuk menjamin kesediaan pangan bahan pokok bagi warganya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Edwin Kindangen menuturkan hal yang sama. “Bahan pokok untuk Sulut aman, jangan terprovokasi hoaks bahwa kesediaan pangan Sulut sudah menipis. Dari data Disperindag Sulut kesediaan bahan pokok, seperti beras, gula, bawang putih, bawang merah dan sebagainya masih relatif aman,” ucapnya.

Ditambah Kindangen, walaupun beberapa harga bahan pokok di Sulut mengalami kenaikan, tapi pihakbya akan terus melakukan operasi pasar. Kata dia, jika ada yang menimbun atau mempermainkan harga, Satgas Khusus Pangan dari Bareskrim Polri akan menindak tegas. (Clay Lalamentik)