KKP dan Bandara Sam Ratulangi Mulai Gunakan Gerbang Desinfeksi untuk Penerbangan Domestik

oleh -
Penumpang saat masuk ke gerbang desinfeksi. (FOTO: Fernando Rumetor/tr-02)

MANADO- Upaya keras dalam melakukan pencegahan dan penyebaran virus Korona (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) terus dilakukan berbagai pihak.

Salah satunya Bandara Sam Ratulangi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 yang mulai memasang gerbang desinfeksi untuk terminal kedatangan domestik.

Dari pantauan, terlihat penumpang yang baru turun dari pesawat harus melewati gerbang desinfeksi ini sebelum mendapatkan formulir yang diisi dengan data pribadi dan informasi perjalanan.

Menurut Angga Maruli selaku Communication and Legal Manager PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Sam Ratulangi Manado, pihak manajemen Bandara Sam Ratulangi Manado bersinergi dengan KKP untuk menghadirkan gerbang desinfeksi ini.

“Di dalam itu (Gerbang desinfeksi) ada penyemprotan cairan desinfektan lalu ditambah juga sinar ultraviolet untuk meminimalisasi virus korona atau penyakit lainnya yang terbawa oleh penumpang,” papar Angga.

(FOTO: Fernando Rumetor/tr-02)

Lanjut Angga, alat ini mulai beroperasi dari beberapa hari lalu dengan berbagai penyempurnaan-penyempurnaan agar alat ini dapat bekerja dengan efisien.

“Ke depannya kami akan membuat juga di keberangkatan, untuk keberangkatan juga kami akan siapkan alat seperti ini” tukasnya

Kata dia, KKP menjamin keamanan alat dan cairan desinfektan yang dipakai. “Ini digunakan di bandara lain juga, bahwa cairan ini aman bagi manusia, jadi cairan ini sekali lagi untuk meminimalisir atau mematikan virus-virus yang ada dipakaian atau barang-barang yang dibawa oleh penumpang,” jelas Angga.

Sementara itu, salah satu penumpang, Freddy mengatakan, sistem seperti ini sangat bagus untuk diterapkan dalam meminimalisasi penyebaran virus korona.

“Saya tadi Banjarmasin terus saat transit di Surabaya ada alat yang sama juga, saya kira bgus ini,” ujar Freddy. Dia berharap agar ke depannya, alat ini bisa ditambahkan menjadi dua pipa untuk penyemprotan, sebab saat transit di Surabaya dia melihat bahwa pihak bandara disana memilia dua pipa untuk penyemprotan cairan desinfektan. (Fernando Rumetor/tr-02)