MANADO – Menjawab perihal kekhawatiran warga di tengah pandemi Covid-19 maupun menjelang hari raya Idul Fitri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Bulog Sulut menegaskan ketahanan beras dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Sulut Edwin Kindangen. Dia menyatakan bahwa stok beras di Sulut aman hingga beberapa bulan ke depan. “ Ketahanan makanan pokok ini aman sampai dengan enam bulan ke depan,”ujarnya kepada KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, Senin (20/4/2020).

Kindangen juga menuturkan, pemerintah telah mengambil langkah cepat dalam memenuhi ketahanan pangan di Sulut. “Khusus di gudang penyimpanan Bulog Sulut sendiri stoknya cukup, stok beras di Sulut yang tercatat ada 69.171,77 ton beras yang dijumlah seluruhnya dari penyimpanan di Bulog, distributor dan dinas pertanian. Dan untuk kebutuhan Idul Fitri nantinya dikhususkan 37.000 ton beras,”ujarnya.

Hal ini juga menjawab kekhawatiran warga, dimana saat ini banyak instansi, perusahaan maupun perseorangan yang membagikan beras kepada masyarakat. Sedangkan, untuk mencegah adanya penimbunan terhadap bahan pokok ini, Disperindag, Dinas Pangan, BI, Dinas Pertanian, Satgas Pangan dan Kepolisian telah melakukan inspeksi dan peninjauan untuk menjaga tidak terjadi penyelewangan atau penimbunan bahan pokok.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo Eko Hari Kuncahyo juga menuturkan, untuk menjaga tidak terjadinya penyelewengan, Bulog mengambil tindakan seperti mereka/pedagang/agen/distributor untuk menandatangani komitmen tidak menjual di atas harga eceran tertinggi. “Apabila sampai melakukan penyimpangan/penimbunan dan lain-lain dan didapati oleh pihak berwajib, maka selanjutnya Bulog sendiri tidak akan melayani mereka lagi untuk pembelian berikutnya,”ucapnya.

Lanjut Eko, di  Perum Bulog ada batas ketahanan stok minimal, ketahanan stok tidak boleh kurang dari tiga bulan. Maka sebelum terjadi hal tersebut, Perum Bulog mengupayakan pengadaan beras  dan pemenuhan pemerataan stok dari kanwil lain di luar Sulut. “Ketahanan stok beras di Perum Bulog sampai dengan 7 bulan ke depan yang terbagi di beberapa gudang Bulog,”jelasnya.

Eko juga mengatakan, saat ini menjelang panen raya di beberapa daerah produsen, Perum Bulog di daerah produsen akan menyerap hasil produksi petani baik gabah maupun beras. “Saat ini ada akan daerah produksi padi dari petani di beberapa wilayah produksi akan melakukan panen, dan Bulog Sulut tentunya akan menyerap hasil panen tersebut untuk menjadi stok di Gudang Perum Bulog sampai dengan 3-6 bulan ke depan,”ujarnya.

Sedangkan, untuk harga beli beras dari petani mengacu pada Permendag Nomor 24 Th. 2020, harga pembelian Beras sebesar Rp. 8300/Kg Gudang Perum Bulog dengan kualitas beras KA 14%, Broken 20%, DS 95%. Kebijakan ini tentunya diambil untuk tidak terjadinya penyimpangan harga beli yang nantinya tentu akan merugikan petani sendiri. Karena di setiap kebijakan harus diambil untuk bisa memberi keuntungan bagi petani. Bulog Sulut menghimbau agar masyarakat tetap tenang akan ketersedian bahan pokok (Khususnya beras) dan jangan panic. (Clay Lalamentik)