Mari Bersiap Jalani Tatanan Hidup Baru!

oleh -
Penumpang mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan yang baru beroperasi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (12/5/2020). (FOTO: Istimewa)

JAKARTA– Masyarakat harus bersiap menjalani kehidupan dengan tatanan baru (New normal). Langkah  tersebut niscaya diimplementasikasn karena  perjuangan melepaskan diri dari pandemi korona (Covid-19) masih panjang.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan sejauh ini belum ditemukan vaksin anti-Covid-19 yang bisa membentuk kekebalan hingga masyarakat bisa dengan bebas menghadapi korona.

Kesadaran dan kedisiplinan menerapkan tatanan hidup baru perlu mendapat penekanan karena pemerintah tengah mempertimbangkan pelonggaran  pelonggaran penanganan pandemi korona (Covid-19), dalam hal ini terkait pelaksanaan pembatasan sosial berskela besar.

Rencana pelonggaran ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Yuri menjelaskan, tananan baru ini harus menyadari sepenuhnya bahwa ancaman Covid-19  masih akan terus terjadi. Apa itu tatanan baru? Yaitu tatanan yang berbasis protokol kesehatan dengan suasana baru yang mengedepankan tentang pola hidup bersih dan sehat.

‘’Kemudian kita lawan (Korona), kita jawab dengan kebiasaan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Kita terbiasa menggunakan masker manakala keluar rumah, kita terbiasa untuk menghindari kerumunan orang yang sangat banyak, kita terbiasa untuk lebih banyak tinggal di rumah untuk hal-hal yang tidak perlu lakukan di luar rumah,’’ papar dia.

Tak kalah penting dia mengingatkan masyarakat terus membiasakan menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar tetap sehat. “Inilah tatanan hidup baru yang harus kita jalani, yang harus kita ciptakan, yang harus kita siapkan manakala kita mau bisa survive kita bertahan dari ancaman pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meyakinkan bahwa   masyarakat mempunyai harapan besar untuk hidup kembali normal. Syaratnya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang telat ditetapkan pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19.

“Selama kita semuanya bisa menjaga protokol kesehatan dijalankan dengan baik, sebenarnya masyarakat punya harapan besar sebenarnya untuk kembali normal. Tapi asal syaratnya harus dipenuhi,” ungkap Wiku di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Masyarakat, kata Wiku juga tetap bisa beraktivitas seperti biasa di sektor usaha ekonomi yang diperbolehkan. Bidang tersebut yaitu bidang kesehatan, bidang bahan pangan makanan dan minuman, energi, komunikasi teknologi, keuangan, logistik, konstruksi, industri strategis, pelayanan dan utilitas publik.

Begitu pun di industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu dan sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari. “Sebenarnya tidak berarti kita tidak bisa beraktivitas. Jadi ada beberapa sektor aktivitas ekonomi yang bisa dijalankan oleh masyarakat,” jelas Wiku.

Wiku lantas menandaskan bahwa  masyarakat harus legawa dan menerima bahwa saat ini hidup bersama virus Covid-19. Dia pun kembali menegaskan optimistisnya bahwa  vaksin virus Covid-19 ini segera ditemukan, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal. “Dan semoga kita semuanya di dunia bisa mendapatkan vaksin nya. Sehingga kita bisa menangani atau mengalahkan virus ini kalau ketemu vaksinnya. Tapi kita harus berpikiran positif karena Indonesia ini punya kapasitas yang besar dan gotong royong dan marilah kita gotong royong untuk merubah perilaku bersama,” tegas Wiku. (Koran Sindo)