Kisah Pelaku Usaha di Tomohon: Omzet Boleh Turun tapi Semangat Harus Lebih Tinggi

oleh -
Kedai Scooffee yang berada di kompleks Mal Pelayanan Publik Tomohon tampak sepi. (FOTO: Wailan Montong)

TOMOHON – Efek domino serangan Covid-19 membuat roda perekonomian berputar lambat. Hasilnya, pendapatan bagi pelaku usaha kecilpun melemah. Ini pula yang dirasakan Frangky, penjual kopi di kompleks Mal Pelayanan Publik Tomohon. Scooffe yang kesehariannya mangkal sejak pagi hingga petang, mengalami penurunan omzet.

Penjual kopi yang telah memodifikasi motor vespanya sebagai kedai, mengakui sejak hantaman virus korona, jualannya pun ikut kena imbas. “Biasanya sebelum ada korona, bisa menghasilkan jualan di atas 50-60 cup setiap hari. Sekarang hampir setengahnya saja,” jelas Frangky.

Apalagi, kata dia, situasi seperti ini dimana ada penerapan bekerja dari rumah. “Meskipun pendapatan menurun, namun semangat jangan sampai berkurang, semangat harus lebih tinggi. Dengan support dari keluarga di rumah, tentunya optimistis bisa terus bertahan untuk meraup rezeki,” lanjutnya saat diwawancarai SINDOMANADO.COM, belum lama ini.

Guna menjalankan anjuran yang ada, tentunya tetap mengajak pembeli mematuhi aturan yang ada. “Di kedai sudah disediakan tempat cuci tangan, juga tersedia hand sanitizer. Juga sebagai penjual juga tetap membekali diri dengan masker sebagai langkah awal,” jelas pria berusia 32 tahun ini.

Melihat perkembangan yang ada, belum bisa dipastikan sampai kapan pendemi ini, dirinya mengharapkan agar ada kesadaran masyarakat apalagi calon pembeli untuk mematuhi anjuran pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran. “Semoga pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga bisa kembali normal dalam berjualan,” harap ayah dua anak ini. (Wailan Montong)