Provinsi Sulut Dipilih Tempat Penugasan Program Internsip Dokter Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

oleh -
Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo dan jajaran saat mengikuti webinar bersama Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemkes) RI, Prof dr Abdul Kadir di Kantor Dinkesda Sulut. (FOTO: Istimewa)
MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dipilih sebagai tempat penugasan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang akan ditugaskan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.
Program PIDI ini dibahas langsung Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo saat melakukan website seminar (webinar) bersama Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemkes) RI, Prof dr Abdul Kadir di Kantor Dinkesda Sulut, Senin (18/5/2020).
“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan melalui PIDI Pusat yang masih memberikan kepercayaan kepada Provinsi Sulut untuk menjadi menjadi tempat pelaksanaan program tersebut di masa pandemi Covid-19,” ungkap Kalalo.
Dia menjelaskan, sesuai informasi program PIDI tersebut akan menugaskan sekira 71 dokter yang akan bertugas di sejumlah rumah sakit rujukan seperti di RS Bhayangkara, RSUD Talaud, RSUD Bolmong Utara (Bolmut), RSUD Anugerah Tomohon dan RSUD Maria Walanda Maramis.
“Mereka akan ikut membantu dalam penanganan Covid-19 di setiap rumah sakit rujukan. Mereka juga akan diperlengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.
Kalalo menjelaskan, internsip adalah adalah profesi pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan.
“Selain itu, program internsip dokter juga diproyeksikan untuk meratakan distribusi dokter di faskes hingga ke daerah-daerah terpencil, daerah bermasalah kesehatan dan rawan bencana,” jelasnya.
Program internsip kali ini, lanjut Kalalo, memiliki peranan untuk membantu sistem pelayanan kesehatan,  pemenuhan tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas, serta penanganan Covid-19.
“Untuk itu, periode kali ini, dokter internsip difokuskan pada rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Sulut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemkes, Prof dr Abdul Kadir membenarkan bahwa ada 71 dokter yang akan ditugaskan dalam program PIDI ke Provinsi Sulut.
“Iya, ada 17 dokter yang akan bertugas dalam program ini ke Provinsi Sulut. Tentunya saya berharap, para dokter internsip dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional,” tandasnya. (rivco tololiu)