Positif Korona di Manado Tembus 108 Kasus, Tomohon dan Minahasa Masing-masing 18 Kasus

oleh -
MANADO – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat peningkatan signifikan terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19) per 21 Mei 2020 sebanyak 30 kasus.
Penambahan dalam sehari terhitung dari Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5), paling besar di Kota Manado sebanyak 21 kasus.
Pun, total kasus positif korona di ibu kota Provinsi Sulut tersebut sudah mencapai 108 kasus, dengan rincian 17 orang sembuh, delapan orang meninggal dan 83 pasien sedang dirawat.
Selain Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa menempati urutan kedua dengan total masing-masing sebanyak 18 kasus.
Tomohon dan Minahasa juga tercatat terjadi penambahan masing-masing dua kasus positif baru.
Angka sembuh korona di Tomohon sebanyak lima orang, meninggal satu orang dan 12 pasien masih menjalani perawatan.
Untuk Minahasa, jumlah angka sembuh satu orang, meninggal satu orang, dan sementara dirawat sebanyak 16 pasien.
Urutan ketiga, ada Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Kotamobagu dengan total masing-masing sembilan kasus.
Minut tercatat angka sembuh satu orang, meninggal satu orang, dan sedang dirawat sebanyak tujuh pasien.
Kemudian angka sembuh di Kotamobagu sebanyak enam orang, dan dirawat tiga pasien.
Hingga kini, dari 15 kabupaten/kota di Sulut, hanya Kabupaten Sitaro yang belum tercatat adanya kasus positif korona.
“Saat ini, sudah ada 14 kabupaten/kota tercatat ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk Kabupaten Sitaro belum ada kasus positif,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, Kamis (21/5/2020).
Dia menegaskan, peningkatan kasus positif korona di Provinsi Sulut yang kini jumlah totalnya sebanyak 180 kasus, tentunya harus menjadi tanda awas bagi semua elemen masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah soal pencegahan penyebaran Covid-19.
“Warga harus lebih disiplin menerapkan physical distancing (jaga jarak), pakai masker bila keluar rumah, rajin cuci tangan, tidak berkumpul dan hindari keramaian. Dengan menerapkan itu, kita akan berperan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas Dandel. (rivco tololiu)