Pasien Anak Terkait Covid-19 Diharapkan Dirawat di Ruang Terpisah

oleh -
(Ilustrasi: Istimewa)

MANADO- Virus korona (Covid-19) tak pandang bulu. Siapa saja bisa terjangkit. Dari kasus-kasus di Sulawesi Utara (Sulut), virus korona telah menjangkiti semua rentang umur, mulai dari anak-anak, orang muda sampai lanjut usia (Lansia).

Kasus pada anak pun cukup mengkhawatirkan, bahkan telah ada korban jiwa yakni bayi berumur 1 tahun 10 bulan yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Melihat hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulut, dr Rocky Wilar angkat bicara. Dia mengatakan anak-anak memang memiliki daya tahan tubuh atau imunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa.

“Bukan hanya Covid-19 saja, tetapi juga penyakit yang lain seperti diare, batuk pilek bukan karena Covid-19 atau penyakit infeksi lain, anak-anak itu memang lebih rentan,” ujarnya pada wartawan SINDOMANADO.COM  via telepon, Minggu (24/5/2020).

Wilar menambahkan, ketika anak-anak terserang penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini, mereka cenderung akan memperlihatkan gejala mulai dari gejala ringan hingga berat. “Orang dewasa kan antibodinya bagus, bisa saja mereka tidak bergejala, beda dengan anak-anak,” tukasnya.

Sehingga, Kepala Bagian/KSM Anak FK Unsrat-RSUP Prof Kandou Manado ini meminta untuk setidaknya pasien anak-anak terkait Covid-19, baik statusnya pasien dalam pengawasan (PDP) maupun sudah positif agar dirawat di ruangan terpisah dari orang lain karena imunitas serta daya tahan tubuh mereka yang rentan.

“Anak-anak itu rentan dan sensitif sekali. Anak-anak juga sangat dependent atau tergantung dengan orang tua, mau kasih tidur dan kasih makan itu dari orang tua, sehingga kalau orang tua tidak waspada dan disiplin ketika keluar rumah, maka ketika mereka pulang, bisa saja anak-anaknya kemudian terpapar,” jelasnya. (Fernando Rumetor)