Sang Kakak Sempat Empat Kali Bermimpi Sebelum Jasad Jatris Rotikan Ditemukan di Jurang Pinamorongan

oleh
Rumah duka Keluarga Rotikan-Langitan. (FOTO: Wailan Montong)

TOMOHON- Dua bulan enam hari keluarga penasaran akan keberadaan Alm. Sedjateris Hanna Rotikan. April lalu, perempuan 58 tahun itu menghilang. Namun, penasaran dan rasa cemas keluarga akhirnya mendapat titik terang lewat kejadian kecelakaan tunggal di jurang Jalan Desa Pinamorongan-Wuwuk, Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (12/6/2020) pagi. Dari kejadian tersebut, akhirnya ditemukan mobil Datsun Go dengan nomor polisi DB 1792 GC, yang di dalamnya terdapat jenazah Hanna, apoteker di RSU Kalooran Amurang .

Ternyata, dalam kurun waktu penantian tersebut, korban sempat memberi mimpi ke salah satu kakaknya. Adolfien Rotikan kakak almarhum mengatakan, perasaan tenang karena jasad adiknya sudah ditemukan. “Memang sempat bermimpi sebanyak empat kali. Dimana dalam mimpi itu ada hal-hal yang aneh, mulai dari saya berjalan hendak pulang ke rumah beberapa kali menemukan bangsal rumah duka. Mimpi kedua saya sempat bertemu dengan Jatris (Sapaan akrab almarhumah) dalam keadaan biasa saja, mimpi berikutnya saya melihat seperti membawa sesuatu seusai belanja dan yang terakhir saya dipanggil oleh seorang bapak dan menanyakan tentang saudara kami Jatris karena katanya sempat bertemu dan katanya dompetnya jatuh,” jelas Dolfien saat diwawancarai di rumah duka di Kelurahan Matani Dua Tomohon Tengah, Sabtu (13/6/2020).

Kata dia, mimpi tersebut mungkin bertanda Jatris, dalam keadaan sulit antara hidup dan mati. “Saya sempat bercerita dengan keluarga itu menjadi firasat saya mengingat pesan dari mimpi-mimpi tersebut. Terlebih mimpi terakhir dimana ada seorang bapak yang memangil saya dan bercerita tentang adik kami, sehingga sempat menjadi pemikiran siapa bapak ini, mungkin ada kaitannya dengan orang yang mengalami kecelakaan yang akhirnya menjadi penanda penemuan jasad Jatris,” jelas anak kedua dari delapan bersaudara ini.

Lain halnya dengan adik korban yakni Lenda Rotikan yang mengakui tidak memiliki firasat apa pun. “Padahal saya mengharapkan agar ada tanda apakah melalui mimpi, tetapi tidak kunjung datang. Memang tentu kami sangat bersedih, tetapi ada rasa syukur karena akhirnya saudara kami ini bisa ditemukan meski tinggal berupa jasad. Dua bulan lebih kami berusaha mencari tetapi tidak ketemu, mungkin Tuhan menggunakan jasa korban kecelakaan tunggal tadi sebagai petunjuk Jatris akan ditemukan,” jelas Endah, sapaan akrabnya.

Dengan ditemukannya saudari kami ini, ungkap dia, sedikit mengobati perasaan kami. “Dengan ini kami sudah tenang, dimana sampai sehari sebelum ditemukan kami tetap terus mencari. Kami sudah pasrah dan tentunya kami juga bersyukur pengemudi mobil merah yang mengalami kecelakaan tersebut tidak mengalami luka berarti dan akhirnya bisa memberitahu ke warga lainnya sehingga keluarga kami ini bisa ditemukan. Kami yakin Tuhan memiliki rencana di balik peristiwa ini, apalagi kami telah berusaha mencari dua bulan enam hari, selalu mendoakan,” lanjut wanita berusia 56 tahun ini. Adapun, Sabtu (13/6/2020) sekira pukul 09.00 WITA proses pemakaman telah berlangsung. Jenazah dimakamkan di pekuburan Kelurahan Matani Dua Kota Tomohon. (Wailan Montong)