Diduga Lakukan Perzinahan, Ketua KPU Bitung Dilapor, Pengacara Bantah dan Sebut Akan Lapor Balik

oleh -
Hanny Tangkilisan saat melapor di Polsek Matuari, Sabtu (18/7/2020). (FOTO: Istimewa)

BITUNG – Merasa keberatan dengan dugaan hubungan gelap yang dilakukan istrinya perempuan SCP bersama lelaki DS yang merupakan Ketua KPU Kota Bitung, Hanny Tangkilisan, 41, yang merupakan suami wanita SCP, melaporkan tentang perzinahan keduanya di Polsek Matuari, Sabtu (18/7/2020) malam.

Laporan warga Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu itu diterima Aiptu Joseph Mailangkay, sekaligus membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan, dengan Nomor : STPL/129/VII/2020/Res Btg/Sek Matuari, tanggal 18 Juli 2020. Kepada para wartawan, Hanny mengungkapkan, telah mencurigai perzinahan tersebut sejak Agustus 2019 lalu, namun baru hari ini melaporkan karena diduga kuat mereka berdua berada di kamar indekos tersebut.

“Saya mendapat info dari tukang ojek kalau istri saya berada di tempat kos samping RSUD Manembo-nembo. Saya menduga istri saya ada bersama DS, pada tempat indekos lantai 2, setelah saya meminta izin ibu kos dan menunjukkan kartu keluarga, saya mengetuk pintu indekos beberapa kali, istri saya keluar, dan saya melihat pintu indekos ada yang mengunci dari dalam. Kami ribut sehingga terjadi tarik-menarik, saya curiga di dalam kamar indekos ada DS,”ujarnya.

Lanjut dia, saat dirinya berdebat dengan SCT, laki-laki yang ada di dalam menghilang dan diduga melompat dari jendela lantai dua, sehingga yang tertinggal hanyalah mobil Toyota Avanza Veloz warna putih dengan nomor polisi DB 1464 LZ, yang menurut Hanny mobil tersebut selalu terparkir di Kantor KPU Bitung. Lanjut Hanny, keyakinan dirinya bahwa laki-laki yang berada dikamar bersama istrinya (SCT) merupakan DS sesuai keterangan beberapa orang yang tinggal di indekos tersebut.

“Jadi foto Ketua KPU saya tunjukan ke anak-anak indekos dan mereka membenarkan bahwa orang yang sesuai foto yang saya tunjukan, orang itu yang selalu datang ke kamar tersebut dan membawa makanan,” tutur Hanny.

Terpisah, Kapolsek Matuari, Kompol Dolfie Rengkuan, saat dimintai informasi tentang laporan tersebut, membenarkannya. “Ya kami telah menerima laporan tersebut dan kami langsung turun lapangan, mobil yang dilaporkan memang ada dilokasi, hanya orang yang dilaporkan tidak ada,”ujarnya.

Terpisah, pengacara DS, Michael Jacobus, saat dihubungi membantah kalau kliennya menggunakan mobil tersebut. “Laporan itu hanya alibi saja, jelas sekali beliau tidak berada di Kota Bitung, tapi sedang berada di Kabupaten Minut, yang pakai mobil tersebut dipinjam teman beliau, ini alibi sangat jelas. Besok akan kami lapor balik, sekaligus para saksi dan akun FB atas nama Michael, tentang pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang IT,” ungkap pengacara muda Kota Bitung ini, Minggu (19/7/2020). (Yappi Letto)