Nekat Ancam Polisi dengan Samurai, Remaja Ini Diringkus Totosik Polres Tomohon

oleh -
Pelaku beserta barang bukti senjata tajam yang digunakan mengancam korban yang merupakan aparat polisi. (FOTO:Istimewa)

TOMOHON- Hanya karena teguran demi keselamatan, seorang remaja malah balik mengancam aparat kepolisian. Bahkan, remaja ini malah melakukan pengancaman dengan samurai terhadap seorang polisi yang bertugas di kompleks pusat Kota Tomohon.

Pelaku yakni MK ,16, warga Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, yang melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam, jenis katana (samurai) terhadap anggota Polisi inisial MG, yang keseharian bertugas di Polsek Tomohon Tengah.

Kejadian bermula, Sabtu (18/7/2020) ketika korban MG menegur pelaku, yang saat itu sedang mengejar layangan, dan hampir menabrak korban, sehingga korban mengingatkannya agar berhati-hari, apalagi hal itu dilakukan di jalan raya, yang banyak kendaraannya.

Bukannya menerima teguran ini, malahan pelaku mengatakan, “Awas ngana e tunggu di sini” (Awas kamu, dan jangan kemana-kemana). Dan benar, tak lama berselang, pelaku datang sambil membawa katana (samurai) dan mengejar sambil melakukan gerakan memotong/menebas ke arah korban, karena merasa terancam korban kemudian menghindar dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Tomohon Tengah. Tim URC Totosik dipimpin Katim Bripka Yanny Watung mendapat informasi, bahwa ada anggota Polri yang diancam dan hampir kena tebasan senjata tajam jenis Samurai Katana. “Kami langsung ke TKP, tapi pelaku sudah tidak ada, kami pun mengumpulkan informasi tentang identitas, dan tempat-tempat yang sering di kunjungi oleh pelaku,” terang Bripka Watung.

Dalam pengumpulan bahan dan keterangan, tim bergegas menuju rumah rekan pelaku. “Kamu menuju ke salah satu rumah warga, yang ada di kompleks Wakas, dimana sering dikunjungi oleh pelaku, tapi yang bersangkutan tidak ada di situ, dan saat itu kami mendapat informasi, kalau pelaku berada di kompleks, kantor Pos jalan pasar lama,” tambah Yanny.

Saat mengetahui keberadaan pelaku, tim mengatur taktik guna meringkus remaja tersebut. “Berdasarkan informasi itu, kami menuju ke lokasi kantor pos, kurang lebih 3 jam kami menunggu dan akhirnya jam 20.10 wita, pelaku keluar dari persembunyiannya, di kompleks kantor pos, dan tim langsung mengamankannya,” tambahnya.

Setelah diringkus, tim beserta pelaku mencari barang bukti, dan akhirnya berhasil menemukan alat yang digunakan pelaku untuk mengancam korban, yang disembunyikan di rumahnya, tepatnya di bagian loteng rumah, selanjutnya pelaku bersama barang bukti kami amankan di Polsek Tomohon Tengah. “Melalui interogasi awal,pelaku marah kepada korban, karena mengur saat mengejar layangan, sehingga kemudian pelaku pulang dan mengambil parang/samurai, dan kembali mengejar korban sambil menebaskan parang/samurai ke arah korban,” pungkasnya.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot melalui Kapolsek Tomohon Tengah, Kompol Chilion Diar membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada anggota kami, yang di kejar dengan parang jenis samurai, dikarenakan pelaku merasa keberatan dan marah saat di tegur ketika mengejar layangan”, ujar Kompol Diar.

Pihaknya telah mengakui pelakut telah diamankan untuk proses lebih lanjut. “Pelaku bersama barang bukti, sejak tadi malam, sudah diamankan di Polsek Tomohon Tengah oleh team Totosik,” pungkas Kompol Diar. (Wailan Montong)