Sepekan, Ada 6.608 Pengendara di Sulawesi Utara Melanggar Lalu Lintas 

oleh -
Operasi Patuh yang dilakukan pihak kepolisian. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Dalam sepekan terakhir, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat adanya 6.608 pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan Operasi Patuh Samrat 2020. Operasi terhitung dari 23-28 Juli 2020.

“Kami tetap bertindak tegas kepada para pelanggar lalu lintas dengan memberikan tilang. Terutama bagi pengendara yang melanggar lalu lintas hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan,” terang Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Iwan Sonjaya melalui Kabag Binopsnal AKBP Syamsuri Anang, Senin (3/8/2020).

Dijelaskannya, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev), pelanggaran tersebut meliputi tilang sebanyak 2.146 kasus dan teguran di tempat sebanyak 4.462 kasus.

“Dari dua ribuan pelanggar yang dikenakan sanksi tilang tersebut, kendaraan roda dua menjadi yang paling dominan sebanyak 1.869 pelanggaran dan kendaraan roda empat 548 pelanggar,” jelas Anang.

Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selana pelaksanaan Operasi Patuh Samrat minggu pertama per 23-29 Juli ini sebanyak 14 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia tiga orang, luka berat empat orang dan luka ringan tujuh orang.

“Kerugian materil yang disebabkan lakalantas tersebut diperkirakan sebesar Rp45.000.000”, tambah Anang. Diketahui, Operasi Patuh kali ini sedikit berbededa dari tajun-tahun sebelumnya, dimana dilaksanakan dimasa pandemi Covid-19. Pelaksanaan operasi ini petugas di lapangan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketua BPC Perhumas Manado, Gladys Runtukahu mengapresiasi giat yang dilakukan Polda Sulut dan jajarannya. “Dengan adanya operasi patuh, pengendara yang melanggar bisa ditegur, bisa diberikan sanksi agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.

Lebih dari itu, kata Runtukahu, sosialisasi dan edukasi harus terus ditingkatkan. “Peran humas penting sekali. Jangan bosan-bosan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pengendara, baik melalui media sosial, flyer atau kegiatan-kegiatan kreatif lainnya agar informasi dan sosialisasi bisa sampai dan manfaatnya dirasakan dengan menurunnya pelanggar lalu lintas dan angka kecelakaan,” ungkapnya. (Deidy wuisan)