Tes Swab Massal Dilakukan se-Sulawesi Utara, Targetnya 2.600 Sampel per Minggu 

oleh -
Potret pengambilan sampel swab. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Mulai minggu lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maupun Gugus Tugas Covid-19 yang ada di kabupaten/kota telah mulai melakukan tes swab massal. Tes massal pertama pun diawali di lingkungan Kantor Gubernur Sulut.

Kebijakan ini dilakukan sejalan dengan stategi penanganan virus korona terkini, yang termuat dalam revisi kelima Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Setiap daerah dengan kondisi transmisi Covid-19 adalah transmisi komunitas, atau adanya kluster kasus diharuskan untuk melaksanakan pemeriksaan swab massal di lokasi-lokasi terjadinya kerumunan orang,” tutur Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, lewat rilis yang diterima wartawan KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM

Lokasi-lokasi kerumunan orang yang menjadi sasaran untuk dilakukan uji swab massal ialah pusat perbelanjaan, pasar, terminal, perkantoran, ssrama, sekolah berasrama, Lembaga Pemasyarakatan (LP), panti asuhan, hingga panti jompo.

“Target swab yang akan dikumpulkan di Sulut adalah sebanyak 2.600 swab per minggu, atau satu swab per 1.000 populasi per minggu,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu.

Saat ditanyai lebih lanjut pada Minggu (9/8/2020), Dandel membeber bahwa hasil swab test yang dilakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga harian lepas (THL) di Kantor Gubernur Sulut telah didapat oleh pihaknya.

“Yang kemarin (test swab massal) di Kantor Gub sudah keluar hasilnya. Positivity Rate (ratio positif Covid-19) di Kantor Gub sangat rendah,” pungkas Dandel yang enggan merinci terkait jumlah ASN dan THL yang terpapar Covid-19 di Kantor orang nomor satu di Sulut itu.

Lanjut dikatakan Dandel, setelah pelaksanaan di Kantor Gubernur Sulut pertengahan minggu lalu, pihaknya juga telah melaksanakan uji swab massal di salah satu pintu masuk ke Bumi Nyiur Melambai, yakni Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado pada Sabtu (8/8/2020) lalu.

“Kemarin (hari Sabtu) sudah dilaksanakan di Bandara, di Kantor Angkasa Pura. (terkait hasil swab massal) di Bandara nanti dilihat hasilnya,” ucapnya seraya menambahkan bahwa selanjutnya pelaksaan swab massal akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota dan akan menyasar pasar dan terminal, serta perkantoran lainnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Communication and Legal Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Rendy Anindito Permana, membenarkan hal tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa pelaksanaan swab massal di hari Sabtu minggu lalu dilakukan kepada sekira 69 karyawan di Bandara kebanggaan warga Sulut ini.

“Tapi akan bertahap, Senin besok (hari ini) ada lagi. (swab massal dilakukan kepada semua petugas dan karyawan ?) ia betul-betul, khususnya difokuskan kepada teman-teman di lapangan, kan ada yang di-operasional, ada yang di administrasi,” kata Rendy.

Dirinya menyampaikan juga bahwa tes swab massal ini akan dilakukan bertahap kepada seluruh karyawan hingga hari Rabu nanti. Adapun, ketika ditanya terkait swab massal ini diinisiasi oleh siapa, Rendy belum bisa memastikannya. “Cuma yang pasti (swab massal) dilaksanakan oleh teman-teman Dinkes Provinsi (Sulut),” tambahnya.

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Sulut sendiri membuat banyak warga Sulut terkena penyakit ini. Hingga data hari Minggu kemarin, total 2.903 orang terjangkit Covid-19 di Provinsi paling utara Pulau Sulawesi ini.

Namun, kendati banyak yang terjangkit karenanya, patut disyukuri bahwa jumlah kasus yang telah sembuh di Bumi Nyiur Melambai telah melampaui angka 50% kasus, lebih tepatnya mencapai 56,4%. Hal ini didapat setelah jumlah kasus virus korona yang telah dinyatakan sembuh mencapai 1.638 Kasus. “Lalu angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 4,8%,” tukas Dandel.

Adapun, 1.125 orang yang merupakan kasus aktif Covid-19 di Sulut dan sementara dilakukan pemantauan maupun perawatan, baik itu berupa isolasi mandiri di rumah, isolasi di rumah sakit (RS) darurat Covid-19, maupun di RS rujukan dan RS Swasta yang ada. (Fernando Rumetor)