Kemenko PMK Tetapkan Sulut sebagai Pilot Project Gerakan Revolusi Mental di Indonesia

oleh -
Kepala Badan Kesbangpol Sulut Steven Liow memaparkan giat Gerakan Revolusi Mental yang terlaksana di Provinsi Sulut. (Foto: Istimewa)
MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditetapkan oleh Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai pilot project program kegiatan Gerakan Revolusi Mental di Indonesia.
Daerah ini ditetapkan sebagai pilot project bersama empat provinsi lainnya yakni Sumatera Selatan (Sumsel), Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.
“Lima daerah ini sebelumnya diminta menyiapkan konsep Gerakan Revolusi Mental khusus untuk kaum milenial melalui webinar di awal Juli lalu,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulut, Steven Liow, Kamis (13/8/2020).
Lanjut Liow, dari lima provinsi tersebut berdasarkan hasil webinar, Sulut diberikan kesempatan menyampaikan program Gerakan Revolusi Mental yang pernah dan akan dilaksanakan kedepan.
Liow didampingi Kabid Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Sulut, John Suak memberikan pemaparan di hadapan Tim Asdep Revolusi Mental yang dipimpin Alfredo Sani Fenat selaku Asisten Deputi Bidang Kepemudaan Kemenko PMK RI.
Kesempatan itu, Liow menguraikan visi dan misi Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.
“Visi Misi ini diimplementasikan dalam program Pemprov Sulut yang selaras dengan program Pemerintah Pusat, khususnya Gerakan Revolusi Mental seperti program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), serta berbagai kegiatan aksi nyata mulai dari Revolusi Touilet, bersih-bersih pantai, sampai Gerakan Ayo Bakobong,” pungkas Liow.
Kemenko PMK sendiri memberi apresiasi saat mendengar pemaparan terkait program Gerakan Revolusi Mental yang boleh berjalan baik di Provinsi Sulut.
“Provinsi lain harus mengikuti langkah Provinsi Sulut. Program ini akan lebih disempurnakan, dan kami akan bakukan untuk empat provinsi lainnya. Ini akan diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia,” tuturnya.
Dia menyebut, ide dan gagasan Pemprov Sulut melalui Badan Kesbangpol Sulut akan dikawal sampai lima tahun kedepan, dan sebagai pilot project bersama empat provinsi lainnya.

“Kami akan menetapkan Sulawesi Utara sebagai Bumi Revolusi Mental di Indonesia oleh Menko PMK RI pada bulan September nanti, sekaligus kami akan mengundang perwakilan empat provinsi dan 17 kabupaten/kota untuk hadir di Sulawesi Utara,” ujar Alfredo, Deputi Pemuda dan Kebudayaan Kemenko PMK RI ini.

Rencananya, Gebyar Milenial Revolusi Mental se-Indonesia berlangsung pada tanggal 1 sampai 20 September mendatang.

“Kegiatan ini sebagai sarana untuk menunjukan Kebangkitan Indonesia di masa adaptasi New Normal,” tambah Liow. (rivco tololiu)