Berjuang dari Bawah, Ini Cerita Olly Dondokambey Masuk dan Berkarir di Dunia Politik

oleh -
Olly Dondokambey sewaktu diwawancarai CNN lewat program Leaders Corner. (istimewa)

JAKARTA – Perjuangan, keuletan dan kesabaran seorang Olly Dondokambey berkarir di dunia politik patut menjadi motivasi dan contoh positif bagi para generasi muda. Ia memulainya dari nol atau dari bawah, hingga membuatnya kini dipercayakan menempati posisi strategis sebagai Bendahara Umum (Bendum) DPP PDI Perjuangan (PDIP).

Olly pernah merasakan menjadi anggota DPR RI dan Ketua Fraksi PDIP, sebelum akhirnya dipercayakan warga Bumi Nyiur Melambai mengabdi sebagai Gubernur Sulawesi Utara (Sulut).

Lantas apa yang membuat Olly Dondokambey terinspirasi menjadi politisi? Berikut ceritanya sewaktu diwawancarai Presenter CNN Frida Lidwina yang disiarkan langsung lewat program Leaders Corner, Kamis (8/10/2020).

“Saya bersyukur waktu di bangku SMA, tetangga kiri dan kanan saya adalah pemimpin partai politik. Ada Ketua PNI Mdo dan Parkindo Mdo. Jadi dari kecil saya sudah melihat dari tetangga,” kata Olly memulai kisahnya.

Menariknya, saat itu ketika masih di kelas 1 SMA, Olly sempat ditugaskan menjadi saksi petugas partai.

“Saya belum memilih, diajak jadi saksi. Karena saat itu susah mendapat petugas partai untuk saksi. Jadi saya diajak menjadi saksi di TPS,” tuturnya.

Setelah itu, ia mulai sedikit intens mengikuti kegiatan partai, dimana saat itu partai melakukan fusi menjadi PDI. Itu pada tahun 1980-an. Namun dia kemudian melihat bahwa sekolah harus didahulukan dan harus kuliah.

“Saya mau kuliah di Manado tidak dikasih (orangtua),” bebernya.

Sehingga akhirnya Olly dikirim ke Jakarta. “Setelah saya di Jakarta pergaulan politik jadi tambah luas. Saat kuliah saya banyak berhubungan dengan orang-orang,” tuturnya.

Niatnya untuk terjun ke politik makin kuat. Namun disadarinya, sebelum terjun ke politik harus perkuat diri dulu terutama finansial.

“Setelah kuliah saya kerja dulu, berbisnis dan lain-lain. Setelah matang, ketika memasuki era reformasi, saya lebih intens diajak teman-teman lebih aktif berpolitik dan kemudian ke Manado,” urainya.

Pada tahun 1997, Olly mulai banyak aktif di dunia politik bersama PDI dan terlibat langsung secara langsung. Pada saat Megawati mengizinkan pimpinan partai kembali dan ikut pemililah, Olly pun menjadi pengurus partai.

Dari pengalaman dan sekolah, Olly pun memahami sebuah prinsip bahwa jalan satu-satunya dalam membuat sesuatu untuk masyarakat, harus lewat jalur politik.

“Jalur politik adalah tempat pengemblengan diri menjadi pemimpin,” katanya.

Setelah belajar dan berkecimpung langsung, Olly mengatakan politik mempunyai tujuan mulia untuk membantu banyak orang, masyarakat banyak. Bahkan dia menyebut politik itu ‘suci’ kalau kita betul-betul dilakukan dengan tujuan benar.

“Kalau ada yang sebut kotor, itu karena orangnya. Karena kalau kita mau buat suatu peraturan dan kebijakan untuk kesejahteraan orang banyak, jalurnya adalah menjadi politisi. Politisi membuat UU yang baik bagi masyarakat. Kalau eksekutif kan tinggal menjalankan,” tukas pria yang 11 tahun menjadi anggota DPR RI dari PDIP ini.

Ia juga merasakan dengan pengalaman berpolitik, memudahkannya untuk menjalankan tugas sebagai seorang gubernur terutama dalam mengatasi berbagai persoalan. Dan untuk mendapatkan pengalaman dan semuanya itu harus dimulai dari bawah.

Oleh sebab itu dia berpesan kepada anak muda yang ingin menjadi politisi, pertama harus terlebih dahulu mempersiapkan pendidikan mereka.

“Apapun itu harus selalu melihat latar belakang pendidikan. Kedua, harus punya pengalaman bersosialisasi di tengah masyarakat. Sehingga saat terjun, dirinya sudah siap,” tuturnya.

Menurutnya semua harus dimulai dengan ikut organisasi berjenjang. Jangan karbitan. Makanya dari SMA dan mahasiswa disarankannya aktif dalam berorganisasi termasuk organisasi kemahasiswaan.

“Setelah itu persiapkan dalam rangka finansial, bekerja. Kalau sudah siap, segala sesuatu akan baik nantinya,” pungkas Olly. (rivco tololiu)