Devi dan Merry Bagikan Masker di Pasar 45, Warga dan Pedagang Beri Apresiasi

oleh -
dr Kartika Devi Kandouw-Tanos membagikan masker dan hand sanitizer di Pasar 45 Manado. (istimewa)
MANADO – Warga dan pedagang di kawasan Pasar 45 Kota Manado salut melihat kepedulian dr Kartika Devi Kandouw-Tanos dan dr Merry Sualang-Marwadi dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.
Dua perempuan hebat tersebut bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) turun membagikan masker dan hand sanitizer, dengan ikut menyosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.
“Kita tadi dapa masker deng hand sanitizer. Salut dorang dua, meski panas terik, tetap peduli torang-torang di sini yang pedagang kecil untuk lindungi torang dari virus korona,” ucap Sitty, salah satu pedagang kue di sekitaran swalayan Jumbo.
dr Merry Sualang-Marwadi membagi masker dan hand sanitizer kepada pedagang. (istimewa)
Sejumlah warga juga ikut memberi apresiasi karena bisa mendapatkan masker dan hand sanitizer gratis yang memang kini menjadi salah satu kebutuhan.
“Saya baru tahu ternyata yang bagi masker itu istri pak Steven Kandouw. Satunya lagi istri pak Icad Sualang. Terima kasih untuk kepedulian keduanya membantu warga dalam memerangi pandemi ini,” ucap Hesky, warga Mapanget yang datang berbelanja di Pasar 45.
Menurut dr Kartika Devi, pembagian masker dan hand sanitizer merupakan salah satu upaya untuk terus mengingatkan warga pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
“Memang masih banyak masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya masker itu digunakan di masa pandemi saat ini. Ada beberapa yang saya lihat memang tidak pakai masker,” ucap Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sulut tersebut .
Lanjut Devi, kegiatan ini merupakan kepedulian dan spontanitas dalam memerangi pandemi Covid-19 tanpa embel-embel calon kepala daerah.
“Intinya agar warga dapat menyadari kalau memakai masker itu dapat melindungi diri dan keluarga agar tidak tertular Covid-19,” ujarnya.
Ia menyebut, sebagaian masyarakat masih banyak belum mengetahui penggunaan masker yang benar.
“Kalau masker medis paling tidak dipakai empat sampai lima jam, kemudian diganti dengan masker lain,” tukasnya.
Hal yang sama disampaikan dr Merry yang ikut mengingatkan warga supaya rajin memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak.
“Jika kita disiplin menerapkan protokol kesehatan itu, pastinya kita berpartisipasi dan berperan aktif bersama pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini,” tandasnya. (rivco tololiu)