MANADO – Meski hanya memimpin Sulawesi Utara selama 71 hari dari 26 September hingga 5 Desember 2020, namun Pjs Gubernur Agus Fatoni dinilai mampu menjalankan di Bumi Nyiur Melambai.

Fatoni yang juga Kepala Badan Litbang Kemendagri ini berhasil menjalankan tugas khusus dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melaksanakan tugas kepala daerah yang cuti karena mengikuti Pilkada serentak 2020.

Pjs adalah pejabat tinggi madya/setingkat atau pejabat tinggi pratama yang ditunjuk oleh menteri untuk melaksanakan tugas kepala daerah yang cuti karena pilkada.

Tugas khusus dari Mendagri untuk Fatoni diantaranya menangani Pilkada dan pandemi Covid-19 secara optimal. Tugas dan wewenang Pjs diatur melalui Peraturan Mendagri Nomor 1 Tahun 2018.

Pjs Gubernur Fatoni berhasil memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraan pilkada yang definitif serta menjaga netralitas pegawai negeri sipil.

Selain hal tersebut, Pjs Fatoni juga mampu menjalankan kebijakan strategis yang telah ditetapkan pemerintah, antara lain menjalankan upaya penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Ini semua karena dukungan serta support dari banyak pihak, baik Forkopimda dan stakeholder di Sulut, ASN Pemprov Sulut dan terlebih masyarakat Sulut umumnya,” kata Fatoni, Sabtu (5/12) lalu.

Pjs Gubernur Fatoni terbukti mampu mendorong pelaksanaan tahapan pilkada yang saat ini memasuki tahap kampanye di Sulut berjalan dengan aman, lancar dan damai.

Fatoni selalu berkoordinasi dengan pihak penyelenggara Pilkada baik KPU dan Bawaslu guna mensukseskan pelaksanaan Pilkada termasuk menjaga netralitas ASN dalam pesta demokrasi.

“Ia juga mampu melakukan komunikasi yang baik, dengan seluruh elemen masyarakat Sulut. Baik jajaran Forkopimda, DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ungkap akademisi Unsrat Manado, Ferry Daud Liando.

Begitu juga dengan penanganan pandemi Covid-19, kata Liando, Pjs Gubernur Fatoni terus mengajak dan mengingatkan masyarakat Sulut untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 4M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

“Selain itu, Fatoni terus memasifkan Testing (tes), Tracing (penelusuran), dan Treatment (perawatan), dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Bahkan sebelum mengakhiri kepemimpinannya di Sulut dan kembali bertugas sebagai Kepala Balitbang Kemendagri, pak Fatoni sukses mencanangkan Gerakan Sulut Bermasker pada 4 Desember 2020 yang dihadiri langsung Mendagri Tito Karnavian,” tambahnya. (rivco tololiu)