Kasus Covid-19 Meningkat Jelang Natal, Pemprov Sulut Imbau Warga Nasrani Tidak Open House

oleh
Kantor Gubernur Sulut. (istimewa)

MANADO – Kasus positif Covid-19 terus meningkat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) selang beberapa minggu terakhir. Guna menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulut mengimbau warga Nasrani yang akan merayakan Natal untuk tidak menggelar open house.

“Badai pandemi Covid-19 belum kunjung reda. Kiranya ini dapat menjadi perhatian kita bersama, terutama bagi warga Nasrani saat perayaan Natal maupun Tahun Baru untuk tidak menggelar open house,” ungkap Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Selasa (15/12/2020).

Imbauan ini sangat beralasan, karena memang sesuai data atau catatan hingga 14 Desember 2020, terjadi penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 87 kasus. Totalnya sudah mencapai 8.058 kasus dengan perincian 5.963 kasus sembuh, 271 kasus meninggal dan 1.824 kasus aktif.

“Kasus positif Covid-19 masih terus bertambah setiap hari. Ini tentunya harus dan wajib menjadi perhatian bersama untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama rajin cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak. Mari kita bersama saling mengingatkan untuk menjaga keluarga, saudara, teman dan orang-orang yang kita cintai,” sambung Olly.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel menyebut, peningkatan kasus positif Covid-19, karena pelaksanaan testing baik rapid tes dan swab tes di tengah masyarakat terus digencarkan.

“Dari situ kita dapat melacak masyarakat yang telah tertular Covid-19. Memang banyak diantara kasus Covid-19 tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG),” ungkap Dandel.

Ia mengakui, penularan Covid-19 masih terus memungkinkan terjadi, bahkan bisa diprediksi akan terus meningkat jika masyarakat tidak patuh atau mengabaikan protokol kesehatan. Tidak dipungkiri, masih banyak warga yang tidak percaya akan virus tersebut.

“Ini yang disayangkan, jika masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas. Misalnya tidak menggunakan masker, atau tidak menjaga jarak. Kalau kondisinya seperti ini, tentu akan sangat sulit menekan laju penyebaran Covid-19 di Sulut,” tandasnya. (rivco tololiu)