Kakanwil Kementerian Agama Sulut Berkunjung ke Talaud, Ingatkan FKUB Rawat dan Jaga Kerukunan

oleh -
Foto bersama usai kegiatan. (FOTO:Istimewa)

MANADO- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) H. Anwar Abubakar mengingatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Talaud untuk menjaga dan melestarikan kerukunan.

Hal itu dikatakan Anwar saat berkunjung ke Talaud, Kamis (4/3/2021). Kata Anwar, dengan membangun moderasi beragama dipercaya dapat menciptakan masyarakat yang rukun dan berintegritas.

Dalam upaya menjaga kerukunan, FKUB dan Kemenag Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar dialog lintas agama dengan tema “Penguatan Moderasi Beragama”. Kegiatan yang berlangsung di Germita Bukit Sinai Melonguane Barat tersebut dibuka Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan pemahaman moderasi tentu harus diperhatikan secara khusus, karena melestarikan dan merawat kerukunan itu jauh lebih sulit daripada membangun. “Ada dua hal penting yang harus dipahami dan dilakukan dalam masyarakat yaitu memperkuat moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Moderasi diadopsi dari kata moderat yang artinya tidak boleh ada umat yang mengklaim dirinya adalah benar. Inilah yang harus kita tanamkan dalam konsep cara pandang kita masing-masing,” ujarnya.

Kakanwil mengajak seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder yang ada di Talaud untuk menjaga kelestarian kerukunan.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah daerah dan Forkopimda bahwa Kabupaten Talaud begitu aman, rukun, dan damai. Dengan keyakinan kita masing-masing sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga, merawat, serta melestarikan kerukunan dan harmoni hidup yang ada sehingga ke depan Kabupaten Talaud bisa meraih Harmoni Award dari Kementerian Agama RI,” puji mantan Kakanwil Kemenag Sulsel ini.

Sementara itu, Bupati Talaud dr. Elly E. Lasut menyampaikan kepada tokoh agama, dalam dialog ini metafisika kitab suci beragama diawali dengan Firman. Apa yang dimaksud dengan Firman yaitu gambaran dan ciptaan Tuhan, karena yang menciptakan alam semesta ini mempunyai karakter melindungi. Lasut juga menekankan bahwa sebagai ciptaan Tuhan melindungi sesama dan berdoa merupakan nilai universal yang terpatri dalam diri manusia.

Moderasi beragama, jelas Lasut, mencoba mendorong gereja-gereja untuk tampil dan berusaha menjaga ketertiban dan merawat kerukunan yang ada sehingga menjadi gereja yang mempersatukan umat. Begitu juga dengan umat yang lain akan menjadi contoh untuk menerima keberagaman agama di Indonesia. Ada persamaan konsep kita yaitu cara kita memandang Tuhan dengan beribadah dan berdoa itu merupakan nilai universal.

“Kita bukan keturunan Adam tetapi kita satu Roh. Dalam diri semua manusia ada kebaikan, cinta kasih, kejujuran, ketulusan, persaudaraan, persahabatan. Nilai-nilai universal inilah yang menjadi spiritualitas untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik sebagai bangsa dan sesama manusia,” pungkas Lasut. (Anggraini Bowonseet/mg1)