Ini Harapan Pengamat Hukum Toar Palilingan untuk Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana

oleh -
Toar Palilingan. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Nana Sudjana telah menerima Pataka Polda Sulut ‘Maesa’an Waya’ yang diserahkan Kapolda sebelumnya Irjen Pol RZ Panca Putra, Senin (8/3/2021).

Banyak harapan masyarakat atas kehadiran Irjen Pol Nana Sudjana di Bumi Nyiur Melambai untuk menindak dan menuntaskan kasus-kasus kejahatan.

Pengamat Hukum Toar Palilingan berharap Kapolda dapat menambah “taring” kepolisian dalam menindak kasus-kasus kejahatan yang ada di Sulut, sebab Irjen Nana merupakan mantan Kapolda Metro Jaya.

“Beliau mantan Kapolda dari daerah yang jumlah populasi penduduknya banyak, tingkat kejahatan juga luar biasa. Berbagai macam modus kejahatan sudah ada di ibukota Jakarta, sehingga berdasarkan pengalaman beliau itu, tidak ada harus ada tahapan penyesuaian di sini, beliau bisa langsung bekerja,” ujarnya kepada SINDOMANADO.COM.

Kendati demikian, menurut Toar, Irjen Nana pastinya tetap harus mempelajari keadaan, situasi Sulut dengan karakteristik daerah yang luas wilayahnya cukup lumayan bilap dibandingkan dengan DKI Jakarta. “Dimana tingkat kejahatan juga mungkin berbeda dibandingkan dengan Jakarta,” kata dia.

Pengalaman berharga di Jakarta itu bisa membuat warga Bumi Nyiur Melambai bisa optimis bahwa di tangan beliau bisa ada terobosan-terobosan. “Disamping beliau melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Kapolda sebelumnya. Tentu ada konsep-konsep baru dalam rangka menjabarkan ‘Presisi’ dari Kapolri,” harap Toar.

Dosen di Fakultas Hukum Unsrat itu pun menyebut, pastinya ada pendekatan yang merupakan ciri khusus dari Irjen Nana. Seperti dalam penanganan kasus-kasus penambangan tanpa izin, mafia tanah, serta kasus togel yang dari dulu hingga sekarang sulit diberantas.

“Walaupun kasusnya mungkin kecil bagi kelas Irjen Nana, tetapi saya yakin beliau datang dengan suatu konsep yang bisa menuntaskan masalah-masalah klasik seperti itu. “Itu yang perlu menjadi perhatian dari Kapolda yang baru. Pendekatan yang mengacu pada ‘Presisi’ dari Kapolri ya penegakkan hukum harus tetap melihat sisi-sisi kemanusiaan,” kata Toar.

Adapun, terkait anggota Kepolisian yang sudah dikerahkan dalam 3T Covid-19, Toar pun berharap agar fungsi-fungsi kepolisian itu bisa ditingkatkan. “Tetap lanjut, itu kan ada prosedur dan mekanismenya tersendiri. Kan ada ketentuannya itu, dan polri sebagai salah satu tulang punggung di situ untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kuncinya. (Fernando Rumetor)