Fakta Pemberian Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara

oleh

MANADO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulawesi Utara (Sulut) memutuskan untuk menghentikan sementara pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Sulut usai ditemukan beberapa orang penerima vaksin yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Cukup banyak penerima vaksin AstraZeneca yang mengalami Efek Simpang (adverse effect) dari pemberian vaksin tersebut. Sekira 5-10% orang yang sudah divaksin mengalami berbagai Efek Simpang seperti demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, hingga mual dan muntah.

Salah satu sumber SINDOMANADO.COM yang namanya tak ingin disebutkan menyampaikan bahwa dirinya menjadi salah satu penerima vaksin AstraZeneca. Ia pun merasakan beberapa gejala tersebut. “Setelah disuntik itu ada beberapa gejala yang saya alami. Seperti demam, pusing, sakit kepala, sampai dengan rasa kram di sekujur tubuh. Karena itu langsung disarankan minum Paracetamol dan disarankan juga untuk istirahat lebih,” beber sumber pada Jumat (26/3/2021).

Sumber sendiri menerima suntikan vaksin AstraZeneca pada Kamis (25/3/2021). Gejala-gejala yang disebutkan sumber pun mulai dirasakan sejak sore hari. “Hanya hari pertama usai disuntik itu yang malamnya saya rasa meriang sekali. Setelah minum Paracetamol, sampai sekarang keadaan saya sudah mendingan,” paparnya.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (27/3/2021) mengatakan bahwa Efek Simpang yang terjadi sebenarnya telah disebutkan dalam Emergency Use Authorization (EUA) atau Izin Penggunaan Darurat dari vaksin AstraZeneca.

“Dalam EUA vaksin AstraZeneca sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah Efek Simpang dari vaksin tersebut yang sifatnya sangat sering terjadi (Very Common) artinya 1 diantara 10 suntikan. Dan sering terjadi (Common) yakni -1 diantara 10 sampai dengan 1 diantara 100,” papar Dandel.

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut pun bergerak cepat dengan menghentikan sementara pemberian vaksin AstraZeneca di Bumi Nyiur Melambai. Itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan bernomor 440/Sekr/001.VC19.E/III/2021 yang ditandatangani Kepala Dinkesda Sulut, dr Debie Kalalo pada Sabtu (27/3/2021).

“Sehubungan dengan Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kota Manado dan Kota BItung dengan jenis vaksin AstraZeneca, bersama ini kami sampaikan agar pelayanan dengan jenis vaksin tersebut dapat dihentikan sementara,” tulis dr Debie dalam surat tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dari Dinkesda Sulut. “Sambil menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan WHO to Representative Indonesia terkait surat resmi yang kami kirim tanggal 26 Maret 2021 Perihal laporan KIPI (Rata-rata keluhan sasaran yaitu demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas),” ungkapnya.

Sementara dalam siaran pers yang diterima pada hari yang sama, dr Debie menjabarkan bahwa kendati ada 5-10% orang yang mengalami KIPI usai divaksin AstraZeneca, tetapi gejala yang ditimbulkan masih tergolong tidak berbahaya bagi keselamatan sang penerima vaksin.

“Sebagian besar KIPI yang dilaporkan sifatnya ringan dan telah teratasi setelah dilakukan penanganan. Gejala KIPI ini adalah Efek Simpang dari Vaksin AstraZeneca yang sebenarnya telah disebutkan didalam EUA dari vaksin ini,” ucapnya.

“Sampai saat ini tidak ada dari Efek Simpang ini yang berbahaya bagi keselamatan penerima vaksin,” tegas dr Debie. Dirinya pun menyebut bahwa penghentian pemberian vaksinasi AstraZeneca ini sifatnya sementara dengan tujuan untuk dilakukan pemantauan terhadap kasus kasus KIPI yang ada oleh Komite Daerah (Komda) KIPI.

“Pemantauan oleh Komda KIPI terutama diarahkan untuk menjawab pertanyaan kenapa angka kejadian KIPI ini cukup signifikan di Sulut, bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Jawaban ini diperlukan untuk antisipasi pelaksanaan vaksinasi lanjutan dan sekaligus juga sebagai bahan edukasi untuk masyarakat,” jelasnya.

Kelanjutan vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin AstraZeneca ini masih akan menunggu hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh Komda KIPI tersebut. Sekadar diketahui, hingga Minggu (28/3/2021) telah ada 4.713 orang pelayan publik yang mendapat suntikan vaksin AstraZeneca.

Sementara itu, sudah ada 283 orang lansia yang telah mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca ini. Pihak Dinkesda Sulut pun saat ini tengah mempersiapkan dengan baik bentuk komunikasi risiko kepada masyarakat.

Sehingga diharapkan seluruh masyarakat yang ada Sulut bisa menerima fakta ini. Dinkesda Sulut pun berharap dengan komunikasi risiko yang baik, kedepannya tidak terjadi kepanikan dan penolakan di tengah masyarakat. (Fernando Rumetor)