Pacu Realisasi Dana Desa, Sekdaprov Edwin Silangen Ingatkan Pemda Soal Sinergitas

oleh -
Sekdaprov Edwin Silangen saat menerima audensi Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut. Salah satu yang dibahas soal memacu realisasi dana desa. (istimewa)

MANADO – Sekdaprov Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen menerima kunjungan audiensi Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut Ratih Hapsari Kusumawardani di ruang kerjanya, Senin (29/3/2021).

Pertemuan dengan menerapkan protokol kesehatan ini membahas sejumlah hal diantaranya terkait realisasi dana desa, DAK Fisik, Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta UMI (Usaha Mikro)

Terungkap, masih kurangnya penyaluran dana desa tahap 1 di Sulut. Dari 1507 desa, baru sekitar 220 desa yang menyalurkan dana desa disebabkan belum maksimalnya koordinasi perangkat desa dengan pemerintah daerah serta masalah validasi data penerima dana desa.

“Untuk itu sangat diperlukan sinergitas dan koordinasi antara Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Sulut dengan KPPN dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk bersama-sama mendorong percepatan penyaluran dana desa ini, sehingga dapat tersalurkan,” kata Silangen.

Kemudian yang berkaitan dengan KUR dan UMI di Sulut terkendala dengan input data dari calon debitur.

“Untuk itu nantinya akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan, sehingga akan bertambah data debiturnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut Ratih Hapsari meminta dukungan Pemprov Sulut terkait peningkatan realisasi dana desa, DAK fisik, KUR serta UMI di Sulut.

“Pastinya dengan adanya dukungan dari Pemprov Sulut pelaksanaan realisasi dana desa bisa berjalan dengan baik, termasuk DAK fisik KUR dan UMI,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah (DPMDD) Provinsi Sulut, Roy Mewoh menambahkan, realisasi dana desa yang tepat akan sangat mendukung program pembangunan.

“Begitu juga soal pemberdayaan masyarakat yang mesti harus diprioritaskan dalam setiap realisasi dana desa. Ini sangat penting, apalagi masa situasi pandemi Covid-19, program pemberdayaan masyarakat sangat membantu warga untuk bisa mendapatkan pendapatan,” tandasnya.

Adapun pertemuan ini turut dihadiri para pejabat Pemprov Sulut dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut. (rivco tololiu)