Diterjang Banjir Bandang, 50 KK di Kecamatan Siau Timur Diungsikan

oleh -
Tampak pihak pemerintah daerah, kepolisian, TNI bersama warga melakukan normalisasi ruas jalan di dusun Namitung Kelurahan Bahu kemarin. Ruas jalan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. (FOTO: Istimewa)

ULU – Banjir bandang yang terjadi di Dusun Namitung, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Senin (29/3/2021) sore membuat 50 kepala keluarga (KK) atau 163 jiwa warga terdampak bencana diungsikan ke gereja GMIST Petra Namitung.

Camat Siau Timur Febiola Papona mengatakan, warga diungsikan karena peluang turun hujan masih tinggi. “Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan warga diungsikan,” katanya di lokasi bencana, Selasa (30/3/2021). Dia menguraikan, banyak kerugian materi yang dialami warga.

Pasalnya, banjir bandang ini merusak empat rumah warga, satu gedung perpustakaan, satu bengkel dan sembilan sepeda motor. “Bahkan, satu rumah milik Keluarga Bohang Kadir rata tanah diterjang banjir,” sebutnya. Sementara itu, Bambang Tatipang guru SD GMIST Petra Namitung mengatakan, saat bencana ia berada di dalam gedung perpustakaan karena ia tinggal di gedung tersebut. “Ketika banjir datang saya ingin menyelamatkan motor.

Namun, karena melihat banjir yang menerjang begitu cepat, saya secepatnya menyelamatkan diri. Sehingga motor tak luput dari serangan banjir,” terangnya. Bambang menyebutkan, estimasi kerugian mencapai sekira Rp60 juta. “Selain motor, ada TV beserta alat elektronik lainnya, kursi dan perlengkapan rumah tangga,” sebutnya.

Saat bersamaan, Bonifasius Angkobos pemilik bengkel mengungkapkan, saat terjadi banjir ia sementara bekerja di bengkel. “Warga sempat panik karena dentuman suara batu. Bahkan, tiang listri bergetar. Saya kira sudah kiamat,” jelasnya.

Bonifasius menambahkan, ia belum bisa memastikan kerugian yang dialaminya. “Yang jelas adalah salah satu sepeda motor milik pelanggan hanyut di bawah banjir,” ucapnya lagi. Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten mengatakan, saat ini bantuan yang disalurkan bersifat dapur umum. “Bantuan yang disalurkan adalah untuk keperluan warga dipengungsian termasuk makanan dan kelengkapan tidur,” singkatnya. Sementara itu, pantauan KORAN SINDO MANADO, ruas jalan raya di lokasi bencana yang sempat terputus, siang kemarin sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. (Jackmar Tamahari)