Pemkab Sangihe Teken MoU dengan BP2MI

oleh -
Penandatanganan kerjasama antara Kepala BP2MI Pusat Benny Rhamdani dan Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana. (FOTO: Istimewa)

TAHUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Selasa (30/3/2021) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan perlindungan pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta.

Penandatanganan MoU tersebut dalam rangka memfasilitasi para pekerja asal Sangihe untuk bekerja diluar negeri. Kata bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, pemerintah daerah kini membuka peluang agar anak-anak muda Sangihe boleh memiliki pekerjaan. “Ini peluang bagi kita masyarakat Sangihe agar bisa bekerja diluar negeri,” ungkap Gaghana.

Ia juga mengatakan, lewat MoU itu setidaknya pemerintah mulai mempersiapkan jalan bagi warga yang tidak memiliki pekerjaan apalagi di tengah pandemi covid-19 sehingga langkah yang diambil adalah melakukan kerjasama dengan pihak BP2MI. “Harapannya dari Sangihe banyak anak-anak muda yang siap bekerja diluar negeri sehingga angka pengangguran mengalami penurunan ketika angkatan pekerjaan dari Sangihe membludak,” tambah bupati.

Sementara itu, kepala BP2MI Benny Rhamdani, mengatakan bahwa perhatian pihaknya terhadap Sangihe cukup tinggi dikarenakan kabupaten Kepulauan Sangihe memilki prestasi di berbagai bidang yang membanggakan, seperti peraihan medali emas dalam ajang olimpiade matematika tingkat pelajar di Australia pada tahun 2019. Oleh karena itu, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi daerah yang potensial.

“Peluang bagi masyarakat Sangihe untuk bekerja diluar negeri sangat terbuka, sebagai daerah yang cukup dikenal maka kami telah melakukan penandatanganan MoU dengan pemerintah daerah untuk menunjang pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran apabila di kondisi pandemi covid-19 ini” ujar Rhamdani.

Rhamdani menambahkan ada 17 negara tujuan pekerja Migran, namun paling banyak minati adalah negara Jepang, selain upah kerja tinggi dikisaran 22 juta per bulan juga peraturan ketenagakerjaan disana sangatlah ketat sehingga para pekerja migran Indonesia terlindungi. Kemudian kontrak kerja dimulai tahun 2019 sampai 2024 dimana masih banyak kebutuhan akan tenaga kerja migran yang dibutuhkan. Rhamdani berharap peluang kerja di luar negeri ini kiranya disambut baik oleh masyarakat Sangihe dan mau bekerja diluar negeri. (Andy Gansalangi)