Kajati Dita Prawitaningsih Pimpin Upacara Pencanangan Zona Integritas Kejati Sulut Menuju WBBM 

oleh -
Tampak Kajati Sulut A. Dita Prawitaningsih saat memimpin upacara pencanangan zona integritas Kejari Sulut menuju WBBM. (Foto: Istimewa)

MANADO – Rabu (31/3/2021) bertempat di Aula Sam Ratulangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut A. Dita Prawitaningsih, memimpin upacara Pencanangan Zona Integritas Kejati Sulut menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dalam upacara tersebut, Kajati Sulut mengukuhkan dua orang agen perubahan yaitu Jaksa Sterry F. Andih, Kepala Seksi A pada Asisten Intelijen Kejati Sulut dan Pegawai Tata Usaha Jackly Pitoy, Kasubag Protokol dan Kamdal pada Kabag TU.

Dalam sambutannya, Kajati mengatakan bahwa WBBM adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang telah berhasil melaksanakan reformasi birokrasi dengan baik, yaitu telah memenuhi sebagian besar kriteria proses perbaikan pada enam area perubahan.

Enam area itu antara lain Manajemen Perubahan; Penataan Tatalaksana; Penataan Sistem Manajemen SDM; Penguatan Pengawasan; Penguatan Akuntabilitas Kinerja; serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Kajati Sulut mengharapkan agar di era reformasi birokrasi, bukanlah cuma pemimpin yang bisa menjadi role model, tetapi seluruh pegawai Kejati Sulut dapat menjadi teladan, dalam hal akhlak, cara berpikir, cara berperilaku, cara bertindak, kejujuran dan ketegasan.

“Reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara tepat, cepat dan profesional,” ungkap Kajati Dita.

Melalui Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan fungsi birokrasi secara tepat, cepat dan konsisten guna mencapai tiha sasaran utama reformasi birokrasi.

Yaitu pemerintah yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi; pemerintahan yang efektif dan efisien; pelayanan publik yang baik dan berkualitas. Dengan adanya proses reformasi birokrasi, diharapkan ke depan akan terwujud good governance dengan tercapainya tingkat kepercayaan masyarakat (public trust).

Dalam rangka mengakselerasi pencapain sasaran hasil tersebut, maka perlu secara konkret dilaksanakan program reformasi birokrasi pada unit kerja Kejati Sulut melalui upaya pembangunan zona integritas.

Kajati Sulut sangat yakin dan percaya Kejati Sulut dapat mendapatkan predikat WBBM ini, dimana sebelumnya Kejati Sulut sudah mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Tetapi bukan hanya predikat yang dibutuhkan, melainkan kesungguhan untuk berkomitmen penuh dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, dan itu haruslah dilakukan jangan hanya diucapkan saja, maka jadilah individual yang berkualitas,” papar Kajati.

Selanjutnya Kajati Sulut berpesan agar semuanya harus bekerja bersama-sama, bekerja dengan hati dan sungguh-sunguh untuk mempermudah pelayanan, menjalankan program-program yang langsung menyentuh masyarakat serta selalu mengevaluasi, menindaklanjuti program-program tersebut.

Juga komitmen bersama untuk menyelesaikan beban kerja, mempertahankan yang sudah bagus, memperbaiki yang kurang bagus bukan untuk merusak. Kejati sulut harus bekerja dengan tulus dan ikhlas agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat yang diberikan, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya.

Menutup sambutannya, Kajati Sulut mengutip pernyataan terkenal dari mantan Presiden AS Barack Obama yang mengatakan “Perubahan tidak akan datang jika anda menunggu orang lain atau di lain waktu. Diri anda sendirilah yang anda tunggu dan agen perubahan yang selama ini dicari”.

Selesai sambutannya, Kajati Sulut menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya Zona Integritas Kejati Sulut menuju WBBM yang dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Kajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, Wakajati Sulut Fredy Runtu, diikuti oleh Asisten Pembinaan A. Syahrir Harahap.

Serta Asisten Intelijen Stanley Yos Bukara, Asisten Perdata dan TUN Rivo C. M. Medellu, Asisten Tindak Pidana Umum Jeffrey Paultje Maukar, Asisten Pengawasan Fathkuri. Kegiatan ini diikuti oleh para Asisten, Kabag TU, para Koordinator, para Kasi, beserta seluruh pegawai Kejati Sulut. (Fernando Rumetor)