Pemerintah RI Dorong Kerjasama Pengelolaan Vaksin dengan Jepang

oleh -
Ajakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu. (Foto: istimewa)

TOKYO – Indonesia mengajak Jepang untuk bekerjasama dalam pengelolaan vaksin dan tidak hanya terbatas pada vaksin Covid-19. Ajakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang , Motegi Toshimitsu.

Berbicara saat menggelar konferensi pers dari Tokyo paska pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, Retno menuturkan kerjasama di bidang kesehatan antara Indonesia dan Jepang terus berkembang.

“Di bidang ketahanan kesehatan, kita mencatat beberapa perkembangan tindak lanjut MoU bidang kesehatan, antara lain: Kerja sama riset pengembangan dan pembuatan vaksin antara ITB and Osaka University,” ujarnya pada Selasa (30/3/2021).

Kemudian, jelasnya, terdapat juga kerja sama peralatan kesehatan, hibah Jepang untuk peralatan kesehatan termasuk mobil x-rays. Selain itu juga terdapat dukungan Jepang bagi pembangunan cold chain vaksin senilai USD 41 juta untuk beberapa negara di Asia Pasifik, termasuk untuk Indonesia.

“Secara khusus, saya mendorong kerja sama Indonesia dan Jepang untuk penguatan pengelolaan vaksinasi dan laboratorium, baik untuk Covid-19 maupun penyakit menular lainnya,” sambungnya.

Selain bidang kesehatan, Retno mengatakan, dia dan Motegi juga membahas mengenai invesitasi. Di mana, Retno menyampaikan apresiasi rencana ekspansi investasi perusahaan otomotif seperti Toyota, Mitsubishi, Honda dan Suzuki.

Retno mengatakan dia juga mendorong relokasi perusahaan Jepang ke Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai regional hub bagi produk-produk Jepang seperti otomotif, petrochemicals dan industri kaos kaki.

“Pada kesempatan pertemuan bilateral dengan Menlu Jepang, saya juga mengundang partisipasi Jepang dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia, dimana pembicaraan awal dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sudah dilakukan dan kita ingin agar implementasinya dapat segera dilakukan,” ujarnya.

Sementar itu, di sektor infrastruktur, Retno menuturkan bahwa dia dan Motegi sepakat perlunya percepatan proses dan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur besar, seperti pembangunan proyek MRT tahap kedua.Baca juga: Bakal Latihan Bersama Jepang di Laut China Selatan, Tanda RI Menjauh dari China?

“Kemudian pembangunan Pelabuhan Patimban tahap selanjutnya dan kelanjutan the Java North Line Upgrading Project. Sementara itu, di bidang perdagangan, Indonesia mengharapkan kiranya perundingan Protokol Perubahan untuk IJEPA dapat segera diselesaikan. Secara khusus saya kembali mengharapkan Jepang untuk dapat mengakui standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO),” tukasnya.

(Sumber: sindonews.com)