Sachrul Tanda Tangani Surat PAW Sang Istri, Pengamat Politik: Bupati Mulai Tunjukkan Keteladanan

oleh
Sam Sachrul Mamonto (SSM), Bupati Kabupaten Boltim. (FOTO: Istimewa)

BOLTIM – Sebagai tindak lanjut dan komitmen untuk tidak menjalani politik dinasti dalam keluarga, Bupati Sam Sachrul Mamonto menandatangani surat usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) sang istri Seska Ervina Budiman sebagai anggota DPRD Boltim, dan akan digantikan oleh Alamri Matiala. “Saya telah menandatangani surat usulan PAW istri saya Seska Ervina Budiman. Dan saat ini, tinggal menunggu ditandatangani pak Gubernur Olly Dondokambey,” kata Sachrul usai menghadiri pelantikan dan deklarasi Rukun Maluku Pela Gandong Bolaang Mongondow Raya, di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Sabtu (3/4/2021).

Setelah ditandatangani Gubernur Sulut, lanjutnya, kemudian langsung dilakukan pelantikan. “Jadi, ini proses PAW yang paling singkat dan tercepat. Bahkan, mungkin menjadi PAW yang paling cepat di dunia,” ujarnya.

Ia juga menyebut, untuk jadwal pelantikan masih akan dikoordinasikan kepada pimpinan DPRD Boltim. “Mudah-mudahan paripurna pelantikan bisa dijadwalkan pada bulan ramadan ini. Kita minta izin dulu kepada pimpinan DPRD untuk paripurna pelantikan,” ujarnya.

Menanggapi pengunduran diri istri Bupati Seska Ervina Budiman sebagai Anggota DPRD Boltim, pengamat Politik dan Pemerintahan Fiko Onga mengungkapkan, ada dua jenis dinasti politik dalam konteks demokrasi. Pertama, berdasar pada regenerasi, dimana asusmi regenerasi tersebut dijadikan sebagai senjata untuk kelanjutan pembangunan yang sudah dan sedang terbangun. Aspek ini kata Fiko, mengabaikan kepercayaan, bahwa orang lain pasti tidak bisa dan yang bisa hanyalah clan di sekitar orang yg sementara menjabat. Ciri dinasti jenis ini ialah kepemimpinan tanpa jeda, yakni satu keluarga memimpin sebuah daerah tanpa jeda. Kedua, dinasti politik lintas kamar atau cabang kekuasaan, yaitu kursi eksekutif dan legislatif diduduki kakak-beradik. Hal ini tidak akan baik karena check and balance dalam situasi seperti ini berpotensi hilang, sementara preposisi nepotisme akan lahir. “Bupati Boltim sudah memulai keteladanan yang baik. Ini Patut dicontoh dan semoga diikuti seluruh pejabat politik yang ada di Sulawesi Utara. Tentu, tindakan Bupati Boltim ini akan dituntut komitmennya kedepan dalam menjaga konsistensi tindaknnya saat ini,” ungkap Fiko. (Novianti Kansil)