Ramadan Hingga Idul Fitri 1442 H, BI Sulut Siapkan Uang Tunai Rp1,6 Triliun

oleh -
Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat. (FOTO: Istimewa)

 

MANADO – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,6 triliun untuk penuhi kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia selama periode Ramadan/Idulfitri 1442 H.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 88,48% (y-o-y) jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp850,45 miliar. Penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhatikan berbagai asumsi makroekonomi terkini dan kondisi terkait penyebaran pandemi Covid-19.

“BI Sulut juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Indonesian Standard (QRIS),” ungkap Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/4/2021).

Dikatakannya, dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 terkini serta aspek kesehatan masyarakat, layanan penukaran uang pada periode Ramadan/Idulfitri 1442 H kali ini dilakukan melalui kantor bank yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Bersinergi dengan perbankan, BI berupaya memberikan layanan yang prima untuk memfasilitasi penukaran uang Rupiah di masyarakat dalam jumlah yang cukup khususnya selama periode Ramadan/Idulfitri,” sebut Arbonas.

Guna lebih menjangkau masyarakat, BI Sulut bersinergi dengan perbankan untuk penyediaan 81 outlet layanan penukaran uang di kantor-kantor bank yang tersebar di Sulut. Masyarakat dapat memperoleh layanan penukaran uang tersebut mulai 12 April hingga 11 Mei 2021.

“Untuk menjaga kelancaran pembayaran, memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan/Idul Fitri 1442 H, BI menempuh tiga langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional,” bebernya.

Yang pertama, kata dia, pihak BI mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik dan QRIS, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.

“Lalu yang kedua, kami melakukan kesiapan sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai) serta sistem pembayaran yang diselenggarakan industri,” pungkasnya.

Terkait ini untuk memenuhi kebutuhan transaksi di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, layanan pembayaran melalui Sistem BI-RTGS, Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) dan SKNBI akan tetap beroperasi kecuali pada periode libur lebaran tanggal 12-14 Mei 2021 ketika layanan sistem pembayaran BI ditiadakan.

“Serta yang ketiga, kami menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia khusus periode Ramadan/Idulfitri 1442 H,” sebut Arbonas.

Dirinya pun mengajak masyarakat Sulut untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah. “Juga menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah. Dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah,” kuncinya. (Fernando Rumetor)