Nekat Mencuri di Pastori Gereja, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap Tim Macan Polresta Manado

oleh -
Pelaku residivis kasus pencurian saat diamankan Tim Macan Polresta Manado. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Residivis kasus pencurian dan penganiayaan, AM alias Jujun, 23, ditangkap lagi. Ia ditangkap karena mencuri laptop di Pastori GMIM Betel Kampung Baru, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Jujun diringkus Tim Macan (Buser) Polresta Manado saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan, tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Teling Atas, Lingkungan V, Senin (7/6/2021) petang.
Tapi saat pencarian barang bukti, ia mencoba melarikan diri. Timah panas pun langsung bersarang di kaki kanannya untuk menghentikan upayanya kabur.
“Pelaku ini sebelumnya sudah pernah ditangkap, residivis kasus pencurian juga,” ujar Kanit Buser Polresta Manado Ipda Bintang Yudha Gama di Mapolresta Manado, Selasa (8/6/2021) malam.
Dari penangkapan itu, Ipda Bintang Yudha Gama mengatakan telah berhasil mengamankan barang bukti laptop merek Acer tipe Aspire R11 warna putih dan laptop merk Asus A407U warna emas (gold) yang sudah dicat perak (silver).
“Pelaku akan diserahkan ke Polsek Wanea karena laporan polisinya dibuat di sana,” katanya.
Sementara itu, Jujun mengatakan ia telah empat kali tertangkap polisi. Tiga kali kasus pencurian dan sekali kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.
Meski telah tiga kali tertangkap, Jujun mengaku khilaf mencuri lagi. “Kita khilaf pak,” akunya. Ia juga mengaku laptop yang dicurinya dijual seharga Rp1,5 juta dan Rp700 ribu. Uang yang diperoleh dari hasil menjual barang curian itu digunakan untuk berfoya-foya. “Saya pakai membeli minuman dan bermain judi,” tuturnya sambil mengaku tidak akan mencuri lagi.
Sebelumnya, Pendeta Yanti Marentek melaporkan rumah pastori GMIM Betel Kampung Baru yang ditinggalinya dibobol orang pada Kamis, 27 Mei 2021 lalu. Dalam Laporan Polisi bernomor: LP/24/V/2021/Sektor Urban Wanea, ia kehilangan dua buah laptop.
Pelaku masuk ke bangunan Pastori Gereja dengan cara memanjat lewat jendela di lantai dua, kemudian mengambil dua buah laptop yang diletakkan di meja belajar dan kursi kamar. Pelaku juga mengambil tas dukung warna hitam, kemudian langsung turun melewati jendela dan melarikan diri. (Deidy Wuisan)